Home Berita Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Siaga! Ada Potensi Perang Terbuka di Laut China Selatan

Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Siaga! Ada Potensi Perang Terbuka di Laut China Selatan

4 min read
0
0
449
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Laut China Selatan kembali menegang pasca munculnya rencana pengerahan kapal induk terbaru Inggris ke Laut China Selatan yang diklaim China. Kapal dengan nama HMS Queen Elizabeth tersebut direncanakan akan menjalani misi operasional pertamanya di perairan Laut China Selatan.

Sebelumnya Amerika Serikat juga telah mengirimkan dua kapal induknya, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan untuk menjalani latihan tempur. Tak cuma dua kapal induk Amerika Serikat juga mengerahkan dua kapal penjelajah dan dua kapal perusak dalam latihan yang digelar pada pertengahan 2020.

Baca Juga : Akhirnya Terungkap, Alasan di Balik Vaksin China Jadi Prioritas RI

Berkaitan dengan itu, Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengingatkan pemerintah untuk siap siaga di perairan Natuna Utara karena berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan yang sedang diperseterukan Cina, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya itu.

“Perairan Natuna Utara merupakan wilayah terluar Indonesia yang mesti dipertahankan. Sudah menjadi kewajiban pemerintah memastikan seluruh wilayah, termasuk wilayah terluar di Perairan Natuna Utara dalam kondisi aman,” tegas Syarief.

Baca Juga : Belum Banyak yang Tahu, Ini Beda Vaksin Sinovac Made in China dan Buatan Bio Farma

Anggota Komisi I yang membidangi Luar Negeri ini menyebutkan, jika kondisi ini terus menerus terjadi maka akan ada potensi perang terbuka di Laut China Selatan dan seluruh wilayah Asia Tenggara akan merasakan dampaknya.

“China membuat klaim sepihak terhadap Laut Cina Selatan berdasarkan sembilan garis putus-putus yang menyebabkan Amerika Serikat dan Inggris juga turut ikut campur. Kondisi ini akan berpotensi menjadi perang terbuka yang berakibat fatal,” ungkapnya.

Baca Juga : Jack Ma Pendiri Alibaba Dikabarkan Meninggal, Ini Faktanya!

Politisi Partai Demokrat ini pun mendorong seluruh pemimpin di Asia Tenggara untuk bersama-sama menjadi fasilitator dan Indonesia bisa mengambil peran sebagai lead dalam menyelesaikan permasalahan di Laut China Selatan itu.(*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Rahma Nurjana | Sumber : Harianhaluan

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Programmer: Cara Menghindari Dampaknya

Programmer adalah orang yang membuat perangkat lunak yang Anda gunakan sehari-hari, sepert…