Home Berita Teroris Serang Mabes Polri, Ketua MPR: Jangan Hubungkan dengan Agama Tertentu

Teroris Serang Mabes Polri, Ketua MPR: Jangan Hubungkan dengan Agama Tertentu

5 min read
0
0
340
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Dok kompas.com

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai penyerangan terhadap Mabes Polri merupakan alarm keras agar seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan kelompok teroris. Aparat kepolisian di berbagai daerah dimintanya perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat.

Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris. Begitupun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Mabes Polri Diserang Perempuan Misterius, Petugas Bersenjata Lengkap Disiagakan[/quotes]

“Keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Bamsoet dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (31/3/21).

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menghubungkan pakaian khas agama yang digunakan oleh penyerang Mabes Polri dengan agama tertentu. Sehingga, tidak perlu ada stigma bahwa teroris berasal atau membawa salah satu agama.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Atribut FPI Ditemukan di Rumah Terduga Teroris, Ini Penjelasan Pengacara HRS[/quotes]

“Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada dibaliknya,” jelas Bamsoet.

Muslim Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan). Sikap si penyerang tersebut sangat jauh dari itu semua.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Polri: Pelaku Pasangan Suami Istri[/quotes]

Ditegaskan Bamsoet, tindakan terorisme bukan hanya menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan. Melainkan juga kejahatatan terhadap persatuan dan kedaulatan kebangsaan. Karenanya, dengan gotong royong seluruh kekuatan elemen bangsa, negara tidak boleh kalah oleh teroris.

“Walaupun dalam beberapa hari ini sudah terjadi dua peristiwa teroris yang mencengangkan, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, masyarakat harus tetap tenang dan waspada,” imbaunya.

“Bangsa Indonesia sudah membuktikan selama ini bisa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama. Yang dilawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia,” ulas Bamsoet. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Milna Miana

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…