Home Berita Setelah Facebook, Twitter dan Instagram Ikut Diblokir Militer Myanmar

Setelah Facebook, Twitter dan Instagram Ikut Diblokir Militer Myanmar

5 min read
1
0
399
Penasihat Pemerintah Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara di sebuah sesi di World Economic Forum on Asean di Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9). – Reuters/Kham

PUBLIKSULTRA.ID, JAKARTA — Pemerintahan Myanmar yang sekarang dikuasai militer memerintahkan penyedia layanan internet untuk memblokir Twitter dan Instagram.

Perintah ini memperketat pengamanan di media sosial sejak kudeta militer dimulai. Telenor, salah satu penyedia internet utama negara itu, mengkonfirmasi telah diperintahkan untuk menutup akses ke kedua situs sosial media sampai pemberitahuan lebih lanjut

Sebelumnya, para pemimpin kudeta memblokir Facebook pada hari Kamis (4/2/2021), demi ‘stabilitas.’

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]BACA JUGA : Turki Tuding AS Hendak Gulingkan Presiden Erdogan?[/quotes]

“Telenor Group sangat prihatin dengan perkembangan ini di Myanmar, dan menekankan bahwa kebebasan berekspresi melalui akses ke layanan komunikasi harus dijaga setiap saat, terutama selama masa konflik,” tulis perusahaan dalam keterangan resmi yang dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (6/2/2021).

Perintah itu muncul setelah protes terhadap kudeta yang menggulingkan mantan pemimpin Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi telah meminta para pendukungnya untuk melawan para jenderal Myanmar, yang merebut kekuasaan pada 1 Februari setelah mengklaim tanpa memberikan bukti bahwa kemenangan telaknya dalam pemilihan November lalu dinodai dengan penipuan.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]BACA JUGA : Ada Apa? Bos Facebook Mark Zuckerberg Ngamuk ke Apple[/quotes]

Di sisi lain, militer Myanmar bersikeras untuk mengadakan pemilihan ulang setelah keadaan darurat selama setahun.

Dilansir melalui BBC, masyarakat Myanmar menyaksikan kudeta 1 Februari terungkap secara real time di Facebook, yang merupakan sumber informasi dan berita utama negara itu. Tetapi tiga hari kemudian, penyedia internet diperintahkan untuk memblokir platform tersebut karena alasan stabilitas.

Kondisi di Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, sebagian besar tetap tenang setelah kudeta.

Namun ada sejumlah demonstrasi di berbagai bagian negara, dengan penduduk di beberapa kota melakukan protes malam hari dari rumah mereka, memukul panci dan wajan, serta menyanyikan lagu-lagu revolusioner. Ada juga flash mob di siang hari.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

One Comment

  1. […] Baca Juga: Setelah Facebook, Twitter dan Instagram Ikut Diblokir Militer Myanmar […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…