Home Berita Prof Nidom Yakin Covid-19 Itu Sudah Didesain, Tidak Alami

Prof Nidom Yakin Covid-19 Itu Sudah Didesain, Tidak Alami

5 min read
0
0
356
Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair), Profesor Chaerul Anwar Nidom/Foto file: Esti Widiyana

SURABAYA, PUBLIKSULTRA.ID – Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair), Profesor Chaerul Anwar Nidom angkat bicara soal pernyataan bahwa virus Corona bukan dari laboratorium di China. Ia meyakini COVID-19 itu sudah didesain, tidak alami.

Menurut Prof Nidom, pandemi COVID-19 merupakan sebuah wabah yang didesain sedemikian rupa. Sebab, jika pandemi ini muncul secara alamiah, maka akan mudah diketahui asal-usulnya. Ia juga mengatakan, membuat virus memang ada ilmunya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Fadli Zon: Korupsi & Lambannya Birokrasi Bikin Penanganan Covid-19 Terpuruk[/quotes]

“Kalau alam kan sebenarnya bisa dideteksi kan. Tapi yang tidak bisa dideteksi bagaimana ada orang jahat di sebuah laboratorium untuk kepentingan-kepentingan dan disebarkan. Nah, itu kan by design namanya. Jadi virus itu didesain,” ujar Nidom dikutip dari detik.com, Rabu (10/2/2021).

“Dan itu ada ilmunya, kemampuan itu ada bahwa virus itu bisa dibuat itu bisa,” imbuhnya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Duh, Doni Monardo Sebut Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Termasuk yang Tinggi di Dunia[/quotes]

Pernyataan itu ia sampaikan setelah WHO menyatakan bahwa virus Corona tak mungkin berasal dari laboratorium di China. Hingga saat ini asal-usul COVID-19 belum diketahui.

Sebelumnya, tim pakar internasional yang menyelidiki asal-usul COVID-19 menolak anggapan bahwa virus Corona berasal dari laboratorium di China.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Dokter Falla: Penularan Covid-19 Hanya Bisa Ditekan dengan Gotong Royong[/quotes]

Peter Ben Embarek, Kepala Misi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sangat tidak mungkin virus itu adalah bocoran dari laboratorium di Kota Wuhan. Dia mengatakan perlu penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber virus.

Penyelidikan sekarang bisa fokus di Asia Tenggara, kata seorang pakar kesehatan. Tim WHO saat ini dalam tahap akhir misi investigasi mereka.

 Wuhan yang terletak di Provinsi Hubei adalah tempat virus COVID-19 pertama kali dideteksi pada 2019. Sejak itu, lebih dari 106 juta kasus dan 2,3 juta kematian telah dilaporkan di seluruh dunia. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Detik.com

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…