Home Berita Mahfud Md Sebut Bila Pemerintah Larang Demokrat Pecah, Itu Merusak Demokrasi

Mahfud Md Sebut Bila Pemerintah Larang Demokrat Pecah, Itu Merusak Demokrasi

5 min read
0
0
456
ilustrasi-mahfud_md

PUBLIKSULTRA.ID – Partai Demorkat (PD) ‘terpecah’. Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan pemerintah tidak bisa ikut campur begitu saja ke dalam masalah partai.

Awalnya, Mahfud menjelaskan pemerintah dimintai sikap soal perpecahan PD. Mahfud pun mengatakan demokrasi akan rusak bila pemerintah ikut campur ke dalam urusan partai politik.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, Mahfud MD Siap Tanggung Jawab[/quotes]

“Pemerintah juga (dimintai sikap) ‘ayo dong dilarang itu’, gitu, ‘nggak boleh tuh partai pecah’. Lha ini kan demokrasi, kalau kita ikut ke dalam kan berarti kita ini merusak demokrasi,” kata Mahfud dikutip dari detik.com, Sabtu (27/3/2021).

“Wong itu mau ribut sendiri kok kita disuruh ini. Kita menjaga kriminalitas dan keamanannya saja,” sambungnya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Mahfud MD di Depan Para Pakar Hukum: Jangan Jadi Sarjana yang Tidak Bertanggung Jawab[/quotes]

Mahfud lalu menjelaskan pemerintah akan turun tangan bila ada kriminalitas di masalah internal partai. Selama tidak melanggar ketentuan, lanjutnya, pemerintah tidak boleh ikut campur ke dalam masalah internal partai politik, seperti PD.

“Kalau tidak ada kriminal, (atau) kalau hanya ingin orang, tidak puas lalu ingin mendirikan partai baru dengan alasan apapun, sejauh belum ada legalitas yang dimintakan dan diberikan oleh pemerintah, kan kita tidak boleh ikut campur,” terangnya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan[/quotes]

“Kalau kita (pemerintah) ikut campur, taruh lah Partai Demokrat sekarang, masa kita ikut campur. Gimana caranya ikut campur, alasannya apa? Katakan itu sempalan, yang katakan sempalan siapa, orang nggak mendaftar ke pemerintah. Itu kan di opini di publik, sempalan. Kalau itu baru ke pemerintah, kita nyatakan ‘oh iya sempalan ini’, gitu. Atau ‘ini bukan sempalan’,” bebernya.

Diketahui, PD terpecah menjadi 2 kubu, yakni dibawah naungan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan versi hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, atau pimpinan Moeldoko.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Islamofobia dalam Pemerintahan di Indonesia[/quotes]

Masalah Partai Demokrat sampai saat ini belum berakhir. Terakhir, PD Moeldoko menyinggung masalah kasus proyek Hambalang ke Demokrat dibawah naungan AHY. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…