Home Internasional Khawatir Serangan Nuklir, Israel Siapkan Dana Rp41 Triliun Lawan Iran

Khawatir Serangan Nuklir, Israel Siapkan Dana Rp41 Triliun Lawan Iran

4 min read
0
0
214
ilustrasi

PUBLIKSULTRA.ID – Militer Israel dilaporkan telah menyusun beberapa skenario untuk menyerang Iran, tetapi memperingatkan pemerintah bahwa hasil dari tindakan tersebut – atau dampaknya terhadap program nuklir Teheran – sulit diprediksi.

Haaretz melaporkan pada Rabu (29/12), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengalokasikan sekitar sembilan miliar shekel (Rp41 triliun) untuk mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran.

Untuk tujuan ini, IDF dilaporkan telah memperoleh senjata canggih, menjalankan latihan angkatan udara dan memilih target serangan baru dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan itu, para pejabat militer telah mengatakan kepada pemerintah bahwa IDF siap menyerang segera setelah mendapat persetujuan. Tapi hal itu menyebabkan sejumlah konsekuensi potensial, termasuk pecahnya pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon atau dengan Hamas di Gaza.

Perang di Gaza IDF juga tampaknya sudah bekerja untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan Mesir, Yordania, Siprus, Yunani dan beberapa negara Teluk, melalui pengumpulan intelijen dan operasi kontra-terorisme bersama.

Para pejabat dilaporkan mengatakan ini akan “memberikan legitimasi yang lebih besar” untuk potensi serangan terhadap Iran.

Selain itu, IDF mencatat bahwa Iran telah memperluas susunan pertahanan udaranya dalam beberapa tahun terakhir, yang akan memperumit serangan udara yang masuk. Mereka mengklaim bahwa Teheran juga telah secara signifikan meningkatkan persenjataan rudal jarak jauhnya. Iran diduga dapat mengenai titik mana pun di Israel dengan mudah.

Para pejabat juga tampaknya mengulangi penilaian intelijen militer sebelumnya bahwa Iran dapat mengembangkan bom nuklir dalam waktu dua tahun jika memiliki niat untuk melakukannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Israel telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan Teheran menjadi negara nuklir, bahkan ketika negosiasi di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 yang terhenti terus berlanjut.

Pertimbangan lain yang dilaporkan termasuk kemampuan Hizbullah untuk meningkatkan persenjataan rudal presisi meskipun ada tindakan keras Israel pada pengiriman amunisi.

Demikian pula, IDF memperingatkan bahwa mereka telah gagal melumpuhkan susunan roket jarak jauh Hamas selama pertempuran di bulan Mei. Kelompok militan Palestina tampaknya juga menambah jumlah dan membangun kembali fasilitas produksi.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan dia telah memberi tahu para pejabat Amerika Serikat (AS) tentang telah menginstruksikan IDF untuk mempersiapkan serangan terhadap Iran.

Namun, pejabat senior militer Iran membalas bahwa Israel tidak dapat menindaklanjuti ancaman tanpa “lampu hijau dan dukungan AS.”.

 

Sumber: Okezone.com

Load More Related Articles
Load More By Aoron Ratu
Load More In Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Epidemiolog: Indonesia Mulai Masuk Fase Endemi pada 2022

PUBLIKSULTRA.ID – Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan Indon…