Home Nasional 3 Peristiwa Kebakaran Kilang Minyak Pertamina dalam Setahun

3 Peristiwa Kebakaran Kilang Minyak Pertamina dalam Setahun

6 min read
0
0
257
Kebakaran kilang minyak Cilacap (Merdeka.com)

PUBLIKSULTRA.ID – Beberapa hari lalu, publik Tanah Air dihebohkan dengan terbakarnya kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kementerian BUMN pun sudah meminta Pertamina melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait insiden kebakaran yang terjadi di area Kilang Cilacap. Terlebih, kejadian ini terhitung sudah 3 kali dalam setahun.

Rentetan kebakaran yang terjadi di kilang Pertamina berlangsung dalam kurun waktu 11 bulan. Bahkan, dalam salah satu kebakaran, tercatat memakan korban jiwa.

Daftar kebakaran kilang Pertamina
Berikut daftar 3 kebakaran kilang Pertamina dalam setahun seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (30/12/2021).

1. Kebakaran kilang Cilacap

Kejadian terakhir terbakarnya kilang minyak milik Pertamina terjadi pada Sabtu, 13 November 2021, yaitu kebakaran di Refinery Unit (RU) IV Cilacap Tangki 36T-102 milik Pertamina, yang berisi komponen Pertalite sebanyak 31.000 kiloliter, di Lomanis, Cilacap Tengah.

Ketika terjadi kebakaran, Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina. Sedangkan kapasitas pengolahannya mencapai 270.000 barel per hari. Kilang ini memiliki 228 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Pertamina sendiri terus melakukan investigasi. Dugaan sementara, kebakaran diduga akibat sambaran petir yang mengarah ke tangki di tempat kejadian perkara.

2. Kebakaran di kilang Balongan

Kebakaran pertama pada 2021 terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Kebakaran terjadi pada Senin dini hari, 29 Maret 2021.

Kebakaran kilang di Indramayu ini sempat membuat geger warga sekitar karena besarnya skala kebakaran.

Api bahkan baru bisa dipadamkan padam dua hari berselang. Insiden kebakaran terjadi di tangki T301 di area kilang Balongan yang melayani Balongan, Cikampek, dan Plumpang.

Dari 72 tanki di area kilang dengan total kapasitas 1,35 juta kiloliter (KL), 4 tanki di antaranya terdampak atas insiden dengan kapasitas 100 ribu KL atau sekitar 7 persen dari total kapasitas penyimpanan di kilang Balongan.

Sebanyak 20 orang menjadi korban kebakaran kilang minyak Pertamina RU VI di Balongan, Indramayu. Dari jumlah itu, sebanyak 5 orang mengalami luka bakar berat.

Sementara 15 korban lainnya mengalami luka ringan. Belakangan, ada korban luka berat yang meninggal setelah dirawat intensif di rumah sakit.

3. Kebakaran kilang Cilacap

Sebelum ada insiden kebakaran pada 13 November 2021, kilang Pertamina di Cilacap juga sempat terbakar pada 11 Juni sebelumnya. Saat kejadian cuaca terjadi hujan deras disertai petir di lokasi.

Insiden terjadi di salah satu bundwall tangki penyimpanan di area kilang Cilacap. Kebakaran terjadi di tangki T-205 area 39.

Tangki terebut berisi benzena yang merupakan bahan baku pembuatan minyak mentah dan salah satu petrokimia esensial. Kebakaran saat itu berhasil padam setelah sekitar 40 jam

Dikritik

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM)  Fahmy Radhi mengatakan, kebakaran kilang dalam beberapa kali mengindikasikan bahwa Pertamina abai terhadap keamanan kilang.

Kebakaran itu tidak hanya meludeskan tangki penyimpanan minyak, tetapi juga mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.

“Mestinya sistem pengamanan kilang Pertamina sudah sesuai dengan standar international. Namun, tetap saja terjadi kebakaran untuk kesekian kalinya,” kata Fahmy kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dengan adanya insiden ini, Fahmi menyebut biaya impor bahan bakar minyak (BBM) akan semakin besar, sehingga memperburuk kinerja keuangan Pertamina pada 2021.

Menurut Fahmy, Pertamina harus punya komitmen tinggi dan tidak abai dalam mengamankan seluruh asset penting, utamanya kilang dan tangki minyak.

“Untuk itu, Pertamina harus menerapkan sistim keamanan kilang minyak secara berlapis, sesuai dengan standar International,” jelas dia. “Sistem pengamanan tersebut harus diaudit secara berkala oleh Kementerian ESDM dan Lembaga Independen,” tambahnya.

Sumber: kompas.com

Load More Related Articles
Load More By Aoron Ratu
Load More In Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Epidemiolog: Indonesia Mulai Masuk Fase Endemi pada 2022

PUBLIKSULTRA.ID – Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan Indon…