Home Berita SKB 3 Menteri tentang Seragam Harus Dicabut, Wasekjen MUI: Merusak Sistem Hukum dan Berpotensi Melahirkan Kegaduhan

SKB 3 Menteri tentang Seragam Harus Dicabut, Wasekjen MUI: Merusak Sistem Hukum dan Berpotensi Melahirkan Kegaduhan

6 min read
1
0
857
Ilustrasi

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Praktisi Hukum dan juga wakil sekjen bidang Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah meminta SKB 3 Menteri seragam dan atribut peserta didik segera dicabut. Seperti diketahui Mendagri Tito Karnavian, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dan Menag Yaqut Cholil Qoumas telah membuat SKB  tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

“SKB 3 itu harus segera dicabut karena berpotensi melahirkan kegaduhan dan merusak Sistem Hukum. SKB itu Beschiking (Keputusan) bukan Regeling (ketentuan yang mengatur),” kata Ikhsan , Kamis (4/2), dilansir republika.co.id.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Ini Instruksi Baru Jokowi kepada 5 Gubernur Terkait Covid-19[/quotes]

Ikhsan mengatakan, karena faktanya isi SKB tersebut berupa regeling (aturan), maka harus di Judicial Review ke Mahkamah Agung. Alasannya karena SKB itu akan menimbulkan kekacauan pada sistem hukum.

“Kasus jilbab ini mengemuka di awal Januari lalu, ketika SMK Negeri 2 Padang Sumatra Barat dituding melakukan pemaksaan menggunakan jilbab bagi siswi yang beragama non muslim,” katanya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Turki Tuding AS Hendak Gulingkan Presiden Erdogan?[/quotes]

Padahal, itu merupakan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat yang mengharuskan penggunaan jilbab bagi siwi muslimah, itu merupakan beleid dari pemerintah daerah setempat yang tertuang dalam  Instruksi Walikota Padang Nomor 451.442/Binsos-iii/2005, dan merupakan kearifan lokal yang harus dihormati.

Karena jilbab dianggap sebagai pakaian yang sesuai syari dan berpakaian yang sesuai syari adalah merupakan kewajiban bagi seorang muslimah.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Viral ASN Barbie Dari Lampung, Tak Mau Ambil Pusing Meski Sempat Dihujat[/quotes]

“Karena dalam Islam berpakaian dengan menutup aurat itu disamping wajib hukumnya bagi seorang muslimah juga merupakan ibadah,” katanya.

Dan Hal itu dijamin oleh Konstitusi Pasal 29 ayat  (1) UUD 1945, Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan diayat (2)nya “Negara menjamin  hak warga Negara untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan  ajaran agama dan kepercayaannya itu.”

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Gawat! Siswi SMA di Padang Diduga ‘Dijual’ Pacarnya ke Lelaki Lain[/quotes]

Terlebih bagi Masyarakat Minang yang memiliki Filosofi “Adat basandi Syara’ Syara basandi Kitabullah.” Karena itu Kebijakan Pemerintah Daerah Padang atau tepatnya Wali Kota Padang yang tertuang dalam Instruksi Walikota Padang Nomor 451.442/Binsos-iii/2005, yang salah satu pointnya mewajibkan pemakaian jilbab bagi siswi yang menempuh pendidikan di sekolah negeri di Padang.

“Hal ini sesuai dengan jiwa dan semangat Pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945 dan Pacasila khususnya  Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : Harianhaluan

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

One Comment

  1. […] Baca Juga : SKB 3 Menteri tentang Seragam Harus Dicabut, Wasekjen MUI: Merusak Sistem Hukum dan Berpotensi Melah… […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…