Home Berita Kritik Pidato Giring, PPP: Terlihat Tidak Ada Kematangan Berpolitik Ketum Partai

Kritik Pidato Giring, PPP: Terlihat Tidak Ada Kematangan Berpolitik Ketum Partai

4 min read
0
0
172
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha dalam perayaan HUT ke-7 PSI di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (22/12/2021). (republika.co.id)

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Sekretaris Wilayah DPW PPP DKI Jakarta, Najmi Mumtaza Rabbany mengkritik Ketum PSI, Giring Ganesha, yang menyebut Indonesia akan suram jika pemimpin yang terpilih kelak adalah seorang pembohong.

Najmi menilai pidato tersebut provokatif dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, terkhusus bagi anak muda yang menjadi ciri khas PSI.

“Saya justru menyesalkan tidak adanya kematangan dalam berpolitik dari seorang ketum partai. Isi pidato tersebut cenderung asumtif dan provokatif semata. Dengan pidato yang seperti itu, sulit untuk kita percaya bahwa partai tersebut dapat memberi pelajaran politik untuk kaum muda,” ujar Najmi dikutip dari Kumparan.com, Minggu (26/12).

Menurut dia, partai politik seharusnya memunculkan dan mewujudkan berbagai program untuk masyarakat, tidak justru menimbulkan permusuhan antarpartai politik dengan cara mengadu domba.

”Bang Giring itu kan mantan vokalis, wajar kalau suka nyanyi. Dan harus diingat, anak muda sukanya adu program bukan adu domba.” Najmi.

Ia juga mengimbau agar PSI tidak lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan negatif yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Alih-alih membela keberagaman, ucapan Bang Giring justru mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat. Masyarakat punya preferensi politik dan perilaku memilihnya sendiri. Jangan sampai ke depan Bang Giring dan teman-teman justru mengemukakan pernyataan-pernyataan politik yang terkesan anti-Islam,” tutup dia.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Giring Ganesha menyebut generasi saat ini khawatir atas ancaman intoleransi dalam memilih pemimpin masa depan. Ia sampaikan hal tersebut dalam perayaan puncak HUT ke-7 PSI di Ballroom Djakarta Theater Jakarta, Rabu (22/12).

“Kemajuan kita akan terancam, jika kelak orang yang akan menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA, dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada. Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja!” kata Giring. (*)

Sumber: kumparan.com

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Mengenal 14 Sertifikasi Keahlian Internasional yang Diterbitkan oleh CompTIA

Dalam era digital yang berkembang pesat seperti saat ini, kebutuhan akan profesional IT ya…