Home Berita Indonesia Disanksi FIFA karena Olahraga Dicampuri Politik, Pengamat: Jangan Ada Lagi PDIP

Indonesia Disanksi FIFA karena Olahraga Dicampuri Politik, Pengamat: Jangan Ada Lagi PDIP

4 min read
0
0
355
Logo Piala Dunia U-20 2023 Indonesia. [PSSI]

publiksultra.id – Pengamat sepak bola Tanah Air, Akmal Marhali menanggapi sanksi FIFA terhadap Indonesia pasca batal menggelar Piala Dunia U-20 2023. Dia berharap tak ada lagi PDIP di sepak bola nasional.

PDIP yang dimaksud Akmal Marhali adalah singkatan dari “Piala Dunia Isinya Politik”. Akmal berharap kegiatan olahraga, khususnya yang berskala internasional tidak lagi dikait-kaitkan dengan politik.

“Jangan main-main lagi ke depan, pemerintah harus bisa meredam gejolak, memisahkan politik dan sepak bola,” kata Akmal dilansir dari Instagramnya, Jumat (7/4/2023).

“Jangan sampai lagi ada PDIP (Piala Dunia Isinya Politik) di sepak bola Indonesia. FIFA sangat tabu dengan intervensi politik praktis di sepak bola.”

baca juga : Sah Jadi Menpora, Dito Ariotedjo Tinggalkan RANS Nusantara FC

Meski terkena sanksi FIFA, Indonesia dianggap Akmal beruntung karena cuma dijatuhi hukuman terkait administrasi alih-alih pembekuan sepak bola seperti pada 2015 silam.

FIFA menjatuhi Indonesia sanksi administrasi dengan membekukan bantuan dana dari program FIFA Forward 3.0. Hal itu diumumkan pada Kamis (6/4/2023) malam tak lama setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Paris, Prancis.

Akmal berharap olahraga Indonesia, khususnya sepak bola tidak lagi mendapat gangguan-gangguan dari luar yang bisa merugikan seperti saat ini.

baca juga : Blak-blakan Jokowi Soal Piala Dunia U-20: Pusing Betul Ngurus Bola

Menurutnya, Indonesia dalam hal ini PSSI sudah berjuang memenangkan bidding untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Namun, semua hancur lantaran muncul isu politik di dalamnya.

Seperti diketahui, FIFA mencabu status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tak lama setelah munculnya gelombang penolakan terhadap timnas Israel sebagai salah satu peserta.

Penolakan itu turut digaungkan oleh pejabat yakni Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

baca juga : Update Lobi Erick Thohir ke FIFA, Ada Kabar Baik Apa?

“Beruntung, kita hanya dapat kartu kuning, bukan kartu merah. Tapi, seluruh elemen sepakbola Indonesia harus lebih mawas diri ke depannya,” terang Akmal.

“PSSI harus duduk satu meja dengan organisasi olahraga lainnya untuk membahas hal ini bareng pemerintah. Kita mau di posisi apa, bersaing secara regional atau puas dengan kondisi saat ini.”

“Jangan lagi kejadian seperti Piala Dunia U-20 terulang. Kasihan PSSI, sudah capek-capek bidding dan akhirnya berhasil, namun akhirnya gagal jadi tuan rumah karena penolakan berbagai elemen terhadap Israel,” pungkasnya.

sumber: suara

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PPK Uepai Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pantarlih Pilkada 2024

Uepai, 13 Juni 2024 – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pa…