Home Berita Anies Disebut Sering Diganggu Lahir Batin, 40 Ulama Dan Tokoh NU Jateng-Jatim Gelar Tirakat

Anies Disebut Sering Diganggu Lahir Batin, 40 Ulama Dan Tokoh NU Jateng-Jatim Gelar Tirakat

5 min read
0
0
250
40 ulama dan tokoh NU Jateng-Jatim doakan Anies Baswedan. (Ist)

publiksultra.id – Sekitar 40 ulama dan tokoh agama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur berkumpul di Pesantren Ribath Nurul Anwar, Sragen, Sabtu (25/2/2023). Mereka hadir bersama untuk melakukan tirakat agar Anies Baswedan bisa menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Dalam pertemuan yang bertajuk ”Halaqah Kebangsaan: Ulama Mendoakan Anies Baswedan” itu, para kyai berdoa agar Bacapres yang diusung Koalisi Perubahan, yakni Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS tersebut selamat dari beragam gangguan selama proses pencalonannya sebagai Presiden RI 2024-2025.

Pengasuh Ribath Nurul Anwar yang juga tuan rumah pertemuan, KH Agus Wafi Maimoen, mengatakan, dalam proses menjadi bacapres saat ini, Anies sudah mendapatkan banyak gangguan secara lahir maupun batin.

Ia menilai hal tersebut merupakan tantangan serius bagi upaya untuk menghadirkan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik dalam Pemilu 2024.

”Bagi yang memahami (ilmu) batin, tentu tahu dahsyatnya gangguan-gangguan ke Pak Anies. Semoga beliau diberikan kekuatan dan tetap istiqomah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Wafi itu kepada wartawan, Minggu (26/2/2023).

Pertemuan yang berlokasi di dekat perbatasan Jateng-Jatim itu dihadiri antara lain KH. Nasirul Mahasin (Malang), KH. Ahmad Ainul Yakin (Tuban), KH. Mas Mansyur (Surabaya), KH. Munif (Pasuruan), KH. Fuad (Termas, Pacitan), KH. Mizan (Madiun) KH. Labib Shodiq Suhaimi (Brebes), KH. Ahmad Mudofar (Jepara), KH Ahmad Asnawi (Kudus) dan lain-lain.

Selain itu, peserta pertemuan menyepakati lima butir kesepakatan yang dibacakan oleh eks Wakil Bupati Rembang Nasirul Mahasin. Isinya adalah soal dukungan kepada Anies agar menjadi Presiden pada tahun 2024 mendatang.

”Kami mendukung Anies Baswedan untuk menjadi tokoh pemersatu bangsa, presiden bagi semua kalangan dan golongan. Hal tersebut selaras dengan konsep Trilogi Ukhwah yang dirumuskan Rais Aam PBNU (1984-991) KH Achmad Shiddiq, yakni: ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah, ukhwah basyariah,” tutur Mahasin.

Para ulama juga menyerukan agar perhelatan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar dan menolak upaya untuk menunda atau menggagalkan pesta demokrasi tersebut. Mereka juga mewanti-wanti agar para pendukung Anies menunjukkan akhlakul karimah dan tidak membangun konflik dengan sesama anak bangsa.

”Indonesia harus melakukan perubahan besar-besaran agar kita keluar dari berbagai krisis, melalui Pemilu 2024 yang adil, jujur, dan bermartabat,” lanjutnya.

Terkait dengan penentuan nama Bacawapres yang bakal mendampingi Anies, para kyai setuju untuk menyerahkannya kepada Bacapres. Namun, dari diskusi yang berlangsung hangat, muncul sejumlah nama kandidat.

Di antaranya adalah Khofifah (Gubernur Jatim), Taj Yasin (Wagub Jateng), Syaifullah Yusuf (Sekjen PBNU), Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) hingga KH Said Agil Siradj (mantan Ketum PBNU), hingga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Programmer: Cara Menghindari Dampaknya

Programmer adalah orang yang membuat perangkat lunak yang Anda gunakan sehari-hari, sepert…