Home Berita Penembak Christchurch Gugat Status Teroris

Penembak Christchurch Gugat Status Teroris

3 min read
0
0
298
Brenton Harrison Tarrant.

publiksultra.id – Penembak massal yang menewaskan 51 orang di Selandia Baru 2019 tidak muncul di pengadilan pada Kamis (15/4). Padahal, dia meminta peninjauan yudisial atas kondisi penjara dan statusnya sebagai entitas teroris.

Brenton Tarrant, seorang supremasi kulit putih, meluncurkan gugatan hukum minggu ini. Namun, dia yang akan mewakili dirinya sendiri dalam sidang kamar pengadilan tinggi pada Kamis melalui telekonferensi dari sebuah penjara di Auckland malah tidak hadir.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Radhan Al Gindo: Ayah Saya Didemo di Jakarta Usai Menjadi Saksi di PN Kendari[/quotes]

Hakim Geoffrey Venning menunda persidangan tanpa tanggal yang ditetapkan sampai ada permintaan lebih lanjut dari Tarrant. Informasi awal yang diberikan kepada pejabat pengadilan menunjukkan bahwa Tarrant menginginkan peninjauan atas keputusan yang dibuat oleh Departemen Pemasyarakat.

Gugatan itu tentang kondisi penjara dan penunjukannya sebagai seorang teroris berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme. Warga negara Australia ini adalah satu-satunya orang di Selandia Baru yang ditetapkan berstatus teroris. Sidang tentang gugatan tersebut tidak akan berpengaruh pada hasil putusan kasus pidana terhadap Tarrant atau hukumannya.

Tarrant dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada Agustus atas pembunuhan di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019. Peristiwa itu menjadi penembakan massal terburuk dalam sejarah Selandia Baru. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Republika

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…