Home Berita PDIP Tegaskan Tak Akan Tarik-tarik NU Ikut Politik Praktis Demi Pemilu

PDIP Tegaskan Tak Akan Tarik-tarik NU Ikut Politik Praktis Demi Pemilu

3 min read
0
0
354
Ilustrasi kader kibarkan bendera PDI Perjuangan. (Beritajatim.com/Ist)

publiksultra.id – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah, mengatakan bahwa partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri tidak akan menarik Nahdlatul Ulama (NU) ke dalam politik praktis apalagi demi kepentingan Pemilu 2024.

Menurutnya, PDIP bakal menghormati eksistensi NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar di tanah air.

“Oleh karena itu PDI Perjuangan tidak akan menarik Nahdlatul Ulama ke dalam pusaran politik karena kita menghormati betul,” kata Basarah ditemui di Kantor Sekretariat Relawan Ganjar, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2023).

baca juga : Presiden Jokowi Tinggalkan Kota Solo Secara Mendadak, Hadiri Pengumuman Capres dari PDI Perjuangan?

Kendati begitu, ia mengatakan PDIP punya pengalaman kerja sama yang panjang dengan PBNU, terlebih dengan kader-kader PBNU itu sendiri.

“Kami harus mengetahui bahwa dalam perjalanan panjang kerja sama politk kekuatan nasionalis seperti PDI Perjuangan itu banyak dilakukan bersama kader kader Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Ia memberikan contoh kala Megawati menjadi Wakil Presiden dari Abdurahman Wahid alias Gus Dur, kemudian kala Megawati menjadi Presiden berpasangan dengan Hamza Haz yang merupakan kader NU.

“Lalu kemudian bu Mega pernah maju menjadi calon presiden 2004 bersama Kyai Hasyim Muzadi juga dari Nahdlatul Ulama, 2009 bersama dengan pak Prabowo berlatar belakang purnawirawan TNI,” tuturnya.

baca juga : Said Abdullah: PDIP Jatim Lakukan Konsolidasi Akbar Menangkan Ganjar

“Nah pada saat pak Jokowi maju di 2014 wakil presidennya pak Jusuf Kalla yang juga adalah salah seorang kader Nahdlatul Ulama. Sekarang pun pak Jokowi bersama pak Kiyai Maruf Amin juga tokoh Nahdlatul Ulama,” sambungnya.

Untuk itu, Basarah mengatakan, memang NU merupakan Kawah Candradimuka bagi calon pemimpin bangsa.

Ia mengatakan, PDIP juga hingga kekinian masih membuka komunikasi dengan PBNU. Komunikasi disebutnya masih intensif dilakukan.

“Komunkasi kami sangat baik sangat intensif,” pungkasnya.

sumber: suara

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

10 Alasan Mengapa Anda Harus Bekerja Sebagai Seorang IT

kita dapat menyoroti bagaimana teknologi informasi telah menjadi bagian integral dari kehi…