Home Berita Novel Nikah Tanpa Pacaran, Inspirasi Pengalaman Hidup dari Asma Nadia

Novel Nikah Tanpa Pacaran, Inspirasi Pengalaman Hidup dari Asma Nadia

4 min read
0
0
220
Buku Novel Nikah Tanpa Pacaran (Dok. Pribadi/Fathorrozi)

publiksultra.id – Sebelum dicetak menjadi buku setebal 236 halaman, buku terbitan Republika pada Desember 2021 ini telah dibaca lebih dari 401 ribu kali di KBM (Komunitas Bisa Menulis). KBM ini, baik yang aplikasi di Google Playstore maupun yang di group Facebook, merupakan komunitas para penulis pemula dalam belajar menulis yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah.

Novel Nikah Tanpa Pacaran ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis, Asma Nadia yang telah menulis lebih dari 65 buku, 11 di antaranya diangkat ke layar lebar, dan sekitar 7 buku diadaptasi ke layar sinetron.

Sebagaimana di bagian awal, penulis menyampaikan proses lahirnya novel ini.

“Salah satu yang mendorong saya menggarap judul Nikah Tanpa Pacaran ini adalah karena saya dan suami termasuk pelakunya, begitu yang ia tulis.”

Pernikahan Asma Nadia dengan Isa Alamsyah memang tanpa diawali dengan hubungan pacaran. Mulanya kakak kandung penulis, Helvy Tiana Rosa, kagum kepada mahasiswa yang baru masuk di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia (UI). Saking kagumnya kepada adik kelasnya itu, Helvy berharap suatu saat ia menjadi jodoh adiknya, Asma Nadia.

Singkat cerita, usai tamat dari bangku SMA, penulis akhirnya kebetulan kuliah di UI, ada kalanya berpapasan dengan Isa Alamsyah. Namun, jangankan berbincang, sekadar menyapa saja tidak. Ketika Asma diserang beberapa penyakit, ia terpaksa mundur dari kuliah. Beberapa hari kemudian, Isa titip salam kepada Asma lewat Helvy, bahwa jika belum ada laki-laki yang melamarnya, Isa akan segera datang meminangnya.

Ketika dijawab bahwa Asma belum dalam ikatan laki-laki spesial, Isa datang bersama ibunya untuk melamar. Karena takut Isa akan kecewa suatu saat, dalam proses taaruf dan lamaran itu Asma mengungkap apa saja yang menjadi kekurangan dirinya, seperti punya riwayat penyakit jantung, paru-paru, gegar otak, dan ada tumor di leher. Sempat pula ia menyampaikan bahwa dirinya tak bisa masak.

Meski tahu calon istrinya tak bisa masak dan penyakitan, Isa Alamsyah tetap mantap. Enam bulan setelah proses taaruf, keduanya lamaran sekaligus menikah.

Terdapat nasihat ibu mertua Asma kepada Isa yang didengar sendiri oleh Asma waktu itu.

“Jangan sakiti istrimu, sebab itu sama artinya kamu menyakiti Ibu.” (*)

Identitas Buku

Judul: Nikah Tanpa Pacaran

Penulis: Asma Nadia

Penerbit: Republika

Cetakan: I, Desember 2021

Tebal: xxxvii + 236 halaman

ISBN: 978-623-279-133-6

sumber: suara.com

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

10 Alasan Mengapa Anda Harus Bekerja Sebagai Seorang IT

kita dapat menyoroti bagaimana teknologi informasi telah menjadi bagian integral dari kehi…