Pendahuluan
Pernah dengar istilah Zero-Day Attack? Serangan ini adalah salah satu jenis serangan siber yang paling berbahaya, karena bisa terjadi sebelum siapa pun tahu bahwa ada celah di sistem. Itu sebabnya disebut “zero-day” alias nol hari—karena pengembang belum punya waktu sama sekali untuk memperbaikinya.
Dalam artikel ini, kamu akan mengenal apa itu zero-day attack, bagaimana cara kerja serangan ini, contoh nyatanya, dan yang paling penting: bagaimana cara menghadapinya.
Apa Itu Zero-Day Attack?
Zero-day attack adalah serangan yang memanfaatkan celah keamanan (bug atau kelemahan) dalam suatu perangkat lunak atau sistem yang belum diketahui oleh pengembang atau vendor.
Karena belum diketahui, tentu saja belum ada perbaikan (patch) atau perlindungan terhadap celah tersebut. Hacker bisa menyerang dengan leluasa sebelum pihak pengembang menyadari dan membuat solusi.
Mengapa Disebut “Zero-Day”?
Istilah “zero-day” berarti belum ada hari perbaikan sejak kelemahan ditemukan. Dengan kata lain, saat celah digunakan untuk menyerang, pengembang memiliki nol hari untuk bersiap.
Misalnya:
-
Hari ini hacker menemukan bug di browser kamu.
-
Sebelum pengembang tahu dan merilis update, hacker sudah menyerang.
-
Inilah yang disebut zero-day exploit.
Bagaimana Cara Kerja Zero-Day Attack?
-
Hacker menemukan celah tersembunyi dalam software atau sistem.
-
Mereka membuat kode berbahaya (exploit) untuk memanfaatkan celah itu.
-
Serangan dilakukan—bisa dengan menyusupkan malware, mencuri data, atau merusak sistem.
-
Serangan bisa menyebar luas sebelum diketahui dan dihentikan.
-
Setelah diketahui, pengembang baru mulai membuat perbaikan (patch).
Contoh Nyata Zero-Day Attack
-
Stuxnet: Virus terkenal yang menyerang fasilitas nuklir Iran, mengeksploitasi banyak zero-day pada sistem Windows.
-
Serangan pada Zoom (2020): Hacker menemukan celah di aplikasi Zoom yang memungkinkan pengambilalihan komputer.
-
Internet Explorer (2021): Celah keamanan yang bisa digunakan untuk mengontrol sistem hanya dengan membuat korban membuka halaman web.
Siapa Saja yang Bisa Menjadi Target?
-
Perusahaan besar: Untuk mencuri data atau uang.
-
Pemerintahan: Untuk spionase atau sabotase.
-
Individu biasa: Jika menggunakan software populer yang punya celah.
Zero-day tidak memilih korban. Asal sistemnya punya celah, serangan bisa terjadi.
Mengapa Zero-Day Sulit Dihentikan?
-
Belum ada tanda-tanda serangan karena celah belum diketahui.
-
Antivirus biasa belum mengenali ancaman tersebut.
-
Serangan bisa terjadi sangat cepat dan diam-diam.
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Zero-Day Attack?
Meskipun tidak bisa dicegah sepenuhnya, kamu bisa mengurangi risikonya dengan langkah-langkah berikut:
-
Update software secara rutin
Selalu gunakan versi terbaru dari sistem operasi, browser, dan aplikasi. -
Gunakan sistem keamanan berlapis
Kombinasi antivirus, firewall, IDS/IPS, dan keamanan jaringan yang solid. -
Aktifkan fitur auto-update
Agar patch keamanan terbaru langsung terpasang tanpa harus menunggu. -
Jangan klik link atau file sembarangan
Banyak exploit dikirim lewat email atau web palsu. -
Gunakan zero-trust model
Jangan langsung percaya semua perangkat atau user dalam jaringan. Setiap akses harus diverifikasi. -
Pantau aktivitas jaringan secara real-time
Sistem deteksi bisa memberi peringatan saat ada aktivitas tidak biasa.
Kesimpulan
Zero-day attack adalah ancaman nyata yang datang tanpa peringatan. Karena menyerang lewat celah yang belum diketahui, serangan ini sangat sulit dideteksi dan dicegah. Tapi dengan kebiasaan digital yang aman dan penggunaan sistem keamanan yang kuat, kita bisa meminimalkan risikonya.
Ingat, serangan tak terduga bukan berarti tak bisa dihadapi—asal kita tetap waspada dan selalu siap.
NAMA: SULFIANA
NIM: 23156201033
PRODI: SISTEM KOMPUTER