Publiksultra.id, JAKARTA – Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Rektor Universitas Indonesia viral di media sosial. Surat tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Yuszak M Yahya dan berisi kekecewaan orang tua calon mahasiswa terkait pembatalan kelulusan program Talent Scouting UI 2026.

Dalam surat tersebut, penulis mengaku mewakili banyak orang tua yang anaknya dinyatakan lulus pada pengumuman resmi tanggal 17 Maret 2026 pukul 18.00 WIB. Momen pengumuman tersebut bertepatan dengan waktu berbuka puasa di bulan Ramadan.

“Anak kami dinyatakan diterima sebagai calon mahasiswa UI jalur Talent Scouting 2026. Suasana berubah menjadi haru, banyak yang bersujud syukur, dan keluarga merayakan dengan penuh kebahagiaan,” tulisnya.

Namun, kebahagiaan itu disebut hanya berlangsung sekitar tiga jam. Pada pukul 21.00 WIB di hari yang sama, pengumuman tersebut diperbarui dan kelulusan sejumlah peserta dianulir.

Keputusan tersebut memicu reaksi emosional dari para orang tua dan calon mahasiswa. Dalam surat itu dijelaskan bahwa banyak keluarga telah menyebarkan kabar kelulusan ke kerabat dan media sosial, bahkan sebagian menggelar tasyakuran.

“Dalam tiga jam tersebut, kami telah mengabarkan kelulusan kepada keluarga besar, menerima ucapan selamat, hingga merayakan pencapaian anak-anak kami. Kini kami harus menghadapi kenyataan yang sangat menyakitkan,” tulisnya lagi.

Penulis juga menyoroti dampak psikologis terhadap para siswa, mulai dari rasa malu, kehilangan kepercayaan diri, hingga tekanan mental. Beberapa di antaranya disebut sampai menonaktifkan akun media sosial.

Selain itu, pihak kampus disebut menyarankan peserta yang terdampak untuk mengikuti jalur seleksi lain seperti SIMAK UI. Namun, orang tua menilai hal tersebut tidak serta-merta menjadi solusi.

“Ini bukan sekadar soal jalur masuk, ini soal kepercayaan pada institusi sebesar Universitas Indonesia,” tegasnya.

Surat tersebut juga mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan program Talent Scouting yang dinilai tidak matang, mengingat pengumuman dilakukan secara resmi namun kemudian dibatalkan dalam waktu singkat.

Menutup suratnya, para orang tua menyampaikan dua tuntutan utama kepada pihak UI, yaitu:

  1. Penjelasan resmi yang transparan dan bertanggung jawab
  2. Kebijakan yang lebih adil bagi peserta yang terdampak

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Indonesia terkait viralnya surat terbuka tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik, terutama karena terjadi di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia dan berlangsung di momen sensitif menjelang Hari Raya Idul Fitri.