Home Berita Tidak Sepakat Jakarta Disebut Macet, Anies: Cobalah Jalan Jam 2 Pagi

Tidak Sepakat Jakarta Disebut Macet, Anies: Cobalah Jalan Jam 2 Pagi

4 min read
3
0
400
Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta dalam acara ‘Launching Buku Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi’

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak sepakat dengan pertanyataan Jakarta sering mendapatkan citra tentang kemacetan.

Anies mengatakan hal itu dalam acara ‘Launching Buku Potret Jakarta 2020: Kolaborasi Melawan Pandemi’ yang disiarkan secara virtual, dikutip dari detik.com, Sabtu (30/1/2021).

Baca Juga : Beredar Video Viral Pria Bakar Bendera Merah Putih, Polda Aceh: Sedang Kita Telusuri

Anies melontarkan penilaiannya soal kemacetan DKI Jakarta sambil melihat karya-karya fotografi dalam buku yang diluncurkan itu.

“Lalu tentu Jakarta adalah kota yang diasosiasikan dengan kemacetan. Jalan-jalan di Jakarta diasosiasikan dengan kemacetan. Padahal sebetulnya kalau Jakarta kemacetan itu nggak betul juga sih. Tergantung jamnya,” kata Anies.

Baca Juga : Sudah Tiga Kali Cerai, Nikita Mirzani Curhat Lewat Lagu

Menurut Anies, jalan di DKI Jakarta sepi pada jam 2 pagi. Ia pun bergurau sambil mengajak peserta peluncuran buku jalan pada jam 2 pagi agar terbebas dari macet.

“Jam 2 pagi Jakarta itu sepi. Jadi, kalau bebas macet, cobalah jalan jam 2 pagi. Nggak ada kendaraan di situ,” ujarnya.

Selain itu, Anies juga menyoroti sebuah foto dalam buku Potret Jakarta 2020 yang menampilkan gambar gedung Wisma Atlet, Jakarta. Ia menilai foto tersebut akan tetap bertahan di masa depan karena menjadi tempat sejarah di masa pandemi COVID-19.

“Gambar gedung ini menjadi reform salah satu monumen COVID yang hari ini belum disadari. Nanti gambar ini akan melintas zaman, karena di sinilah tempat berkumpulnya penyintas COVID paling banyak. Nanti suatu saat ada kunjungan ke museum, tempat tinggal (pasien) COVID, ya inilah tempatnya, gitu,” ucap Anies.

Baca Juga : Katib Syuriah PBNU Tegaskan Abu Janda tak Pantas Disebut NU

Menurut Anies, setiap orang bisa mendapat pengalaman dari sebuah foto tanpa harus menjalaninya secara langsung. Ia pun menilai Buku Potret Jakarta 2020 akan menjadi buku yang menceritakan sejarah DKI Jakarta.

“Setiap foto adalah kesempatan kita untuk mempercayai bahwa inspirasi itu tidak muncul dari meditasi, inspirasi itu muncul dari interaksi. Nah, foto ini memberikan ruang interaksi lebih banyak. Tidak harus menjalani sendiri, tapi menggunakan mata dan karya para content creator, kita berinteraksi dan dari situ muncul inspirasi. This is a powerful book. This is a book of history,” ungkapnya. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Harianhaluan

Load More Related Articles
Load More By Publik Sultra
Load More In Berita

3 Comments

  1. […] Baca Juga : Tidak Sepakat Jakarta Disebut Macet, Anies: Cobalah Jalan Jam 2 Pagi […]

    Reply

  2. […] BACA JUGA : Tidak Sepakat Jakarta Disebut Macet, Anies: Cobalah Jalan Jam 2 Pagi […]

    Reply

  3. […] Baca Juga : Tidak Sepakat Jakarta Disebut Macet, Anies: Cobalah Jalan Jam 2 Pagi […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Mengenal Jenis Serangan Buffer Overflow

Pendahuluan Buffer overflow adalah salah satu jenis serangan yang sering terjadi dalam dun…