Home Berita Sederet Jam Tangan Mewah Indra Kenz Bernilai Miliaran Rupiah Disita Polisi

Sederet Jam Tangan Mewah Indra Kenz Bernilai Miliaran Rupiah Disita Polisi

3 min read
0
0
73
Konferensi pers Kasus Indra Kenz (PMJ News)

Publiksultra.id – Kasus penipuan Binomo yang menjerat Indra Kenz dan orang terdekat Vanessa Khong dan sang ayah serta adik.

Mereka telah ditetapkan tersangka kasus penipuan investasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang aplikasi Binomo, karena ikut menikmati aliran uang Indra Kenz.

Setidaknya ada 12 jam tangan yang disita oleh polisi dan ada yang berharga miliaran rupiah. Empat diantaranya arloji bermerek Richard Mille yang bernilai miliaran rupiah.

“Totalnya ada 12 jam tangan mewah dengan berbagai merek,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Gatot Repli Handoko, Selasa, 10 Mei 2022 dikutip dari Tempo.

Jam tangan itu disita dari Indra Kenz, Fakar Suhartami Pratama hingga Vanessa Khong.

Berikut daftar 12 jam tangan mewah tersebut:

1. Audemars Piguet Royal Oak Collection

2. Audemars Piguet JT1203K/1223

3. Richard Mille RM 035-02

4. Richard Mille RM 055,

5. Richard Mille RM 011FM

6. Richard Mille RM 030

7. Rolex Daytona 11650

8. Rolex DW4310AD035

9. Rolex Yacht Master II

10. Vacheron Constantine 52005515388

11. Patek Philips 5726

12. Tag Heuer tipe Aquaracer Calibre 7

Polisi sebelumnya juga telah menyita sebuah mobil sport Tesla dan Ferarri milik Indra Kenz. Dua rumah milik pria yang sempat dijuluki Crazy Rich Medan itu di Medan dan di Tangerang juga tak luput dari penyitaan polisi.

“Kemudian juga diamankan barang bukti uang tunai sebanyak Rp 1.645.000.000,” kata Gatot.

Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) juga sempat menyatakan bahwa mereka telah memblokir sejumlah aset kripto Indra dengan nilai Rp 35 miliar.

Dalam kasus Binomo ini, polisi juga telah menetapkan tujuh tersangka. Mereka adalah Indra Kenz selaku afiliator, Fakar Suhartami Pratama atau Fakarich sebagai afilitator sekaligus guru dari Indra Kenz; Manajer Binomo di Indonesia Brian Edgar Nababan, dan admin Indra, Wiki.

Gatot menuturkan mereka dijerat dengan pasal penyebaran berita bohong melalui media elektronik, penipuan dan pencucian uang. Penyidik telah memeriksa 78 orang saksi dan ahli.

 

Sumber: Harianhaluan.com

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Gara-gara Dukung Rusia

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Washington DC, Amer…