Home Berita Peneliti Ini Sebut Lambung Kapal Selam KRI Nanggala Pernah Dilepas, tapi …

Peneliti Ini Sebut Lambung Kapal Selam KRI Nanggala Pernah Dilepas, tapi …

6 min read
0
0
708
Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari Batch Pertama kerjasama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan. Keberhasilan pembangunan Kapal Selam Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Foto : PT PAL

PUBLIKSULTRA.ID – Kapal Selam KRI Nanggala-402 masih sangat layak beroperasi. Keyakinan ini disampaikan Teguh Muttaqi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPPT). Teguh adalah peneliti di Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan yang juga mengambil program doktor bidang kapal selam di Korea Selatan.

“Kapal itu sudah direfurbish (diperbarui) pada 2012 lalu,” kata Teguh dikutip dari Tempo.co, Sabtu malam, 24 April 2021.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Tentang ‘On Eternal Patrol’, Ramai Disebut Kala KRI Nanggala-402 Tenggelam[/quotes]

Teguh menuturkan sistem dan teknologi di KRI Nanggala diperbarui di Korea Selatan. Prosesnya menuntut bagian lambung kapal selam yang bertekanan (ballast) dilepas dan kemudian dipasang kembali.

Pada proses pemasangan kembali itu mungkin tak menghasilkan kondisi yang sama seperti saat kapal selam itu baru datang dari Jerman pada 1981 lalu, tapi Teguh meyakini kondisi KRI Nanggala tetap layak. Alasannya, semua sistem telah diperbarui.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Haru! Momen Diduga Awak KRI Nanggala-402 Nyanyi Bareng Sebelum Tenggelam[/quotes]

“Selain itu, sebelum diserah-terimakan kapal juga telah diuji coba penyesuaian komponen untuk beradaptasi saat dioperasikan,” katanya menerangkan.

Uji coba dengan cara KRI Nanggala direndam di laut dengan kondisi normal berkisar 200-300 meter. Adapun daya selam pada mode tempur KRI Nanggala disebutkannya bisa mencapai 2,5 kali kedalaman batas normal. Artinya, KRI Nanggala-402 bisa menyelam hingga kedalaman 500-600 meter.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Detik-detik Kronologi Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak di Perairan Bali[/quotes]

Melihat kondisi KRI Nanggala selama ini pula, Teguh menilai sangat kecil potensi kerusakan. Apalagi, dia menambahkan, nakhoda kapal selam memiliki spesifikasi orang yang taat prosedur.

“Kalau saya lihat sebenarnya human error sangat kecil yang bisa menyebabkan kapal itu tenggelam. Sampai sekarang saya juga masih bertanya-tanya,” katanya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Basarnas Makassar Kirim KN Kamajaya Cari KRI Nanggala-402[/quotes]

Berbeda halnya dengan potensi kegagalan operasi. Teguh menyebut saat pendistribusian arus listrik di kapal. Dia menerangkan awal pengoperasian kapal tersebut digerakkan menggunakan genset yang memiliki arus listrik searah (DC) yang harus diubah menjadi arus bolak balik (AC).

“Kegagalan pengubahan distribusi aliran listrik ini bisa terjadi meski kemungkinannya juga kecil,” katanya.

TNI Angkatan Laut telah menetapkan status kapal selam KRI Nanggala-402 menjadi subsunk atau tenggelam pada Sabtu sore. Penetapan status itu setelah ditemukannya beberapa benda yang diyakini berasal dari lambung kapal selam itu. Benda-benda itu, di antaranya pelurus tabung torpedo, diyakini  tidak akan terangkat ke luar kapal apabila tidak ada tekanan dari dalam atau terjadi keretakan. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Tempo.co

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…