Home Berita PeduliLindungi Dituding Langgar HAM, Satgas Covid-19 Jamin Data Pribadi Masyarakat Aman

PeduliLindungi Dituding Langgar HAM, Satgas Covid-19 Jamin Data Pribadi Masyarakat Aman

3 min read
0
0
95

Publiksultra.id – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuding aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM dengan menyalahgunakan data pribadi. Mendangar hal ini, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 buka suara terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menegaskan bahwa tuduhan yang dilayangkan terhadap aplikasi PeduliLindungi tidak benar.

“Tidak benar aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM terkait penyalahgunaan data pribadi,” katanya dikutip Harian Haluan dari Pikiran-Rakyat.com dari konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 27 April 2022.

Dia menjelaskan, data pribadi dalam aplikasi PeduliLindungi telah memperoleh persetujuan.

“Hal ini mengingat input data pribadi dilakukan dengan persetujuan pemilik data pribadi terlebih dahulu,” tutur dia.

Data tersebut digunakan untuk membantu tracing perjalanan, status kesehatan, dan digitalisasi sertifikat vaksin Covid-19. karena itu, Wiku memastikan data pribadi masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi terjaga keamanannya.

Sebab, data-data tersebut disimpan secara terekripsi di server pusat data nasional di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diawasi BSSN.

“Data ini telah disimpan dan terjaga dengan baik di pusat data Kominfo dan diawasi BSSN,” sambungnya lagi.

Di sisi lain, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana meminta Indonesia untuk tidak menggubris tuduhan tersebut.

“Indonesia perlu memberi pelajaran kepada AS dengan cara tidak menggubris tuduhan AS terkait aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

Menurutnya, AS berperilaku seakan menjadi hakim untuk memutuskan benar atau salahnya suatu kebijakan negara.

“Salah satu buktinya adalah ketika AS melawan teror. Pemerintah AS melakukan penyadapan terhadap pembicaraan semua warga yang ada di AS. Kebijakan ini tentu dibenarkan demi keamanan AS,” ujarnya.

Sebelumnya, AS merilis hasil laporan praktik HAM terhadap 198 negara di seluruh dunia, dengan Indonesia menjadi salah satu negara yang disorot. Dilansir dari laporan tersebut, tercatat adanya dugaan pelanggaran HAM dalam aplikasi PeduliLindungi.

 

Sumber: Harian Haluan

Load More Related Articles
Load More By rifal
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Masyarakat Sipil Nilai Puan Maharani Serius dalam Memperjuangkan UU TPKS

Publiksultra.id – Ketua DPRD Republik Indonesia, Puan Maharani berharap Pemerintah R…