Home Berita Pakar Mikrobiologi UGM Sebut Virus Nipah Berpotensi Menjadi Pandemi Baru

Pakar Mikrobiologi UGM Sebut Virus Nipah Berpotensi Menjadi Pandemi Baru

6 min read
0
0
490
Pakar Mikrobiologi UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK. Ist

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Pakar Mikrobiologi UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK., mengatakan semua virus dapat berpotensi sebagai wabah atau pandemi baru, termasuk dalam hal ini virus nipah. Namun begitu, menurut dia banyak faktor yang menyebabkan suatu virus menjadi wabah, diantaranya tingkat virulensi virus, cara penularan, angka mortalitas dan mortalitas penyakit yang ditimbulkan.

Selain itu, ada faktor respons imun manusia, perilaku manusia, kesiapan surveilans kesehatan, dan kesiapan sistem kesehatan untuk merawat pasien. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan dan cara hidup sehat.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Nyaris 1 Bulan Positif Covid-19, Presiden PKS: Alhamdulillah Akhirnya Negatif[/quotes]

Menurut Tri Wibawa, antisipasi yang diperlukan untuk mencegah virus nipah menjadi pandemi baru yaitu dengan meningkatkan surveilans epidemiologi penyakit menular.

“Selain itu, juga dimulai melakukan penelitian dalam bidang pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit infeksi virus nipah. Pencegahan di sini termasuk pengembangan vaksin,”kata Tri Wibawa, dikutip dari laman UGM, Senin (1/2/2021).

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Vaksinasi Adalah Upaya Serius Pemerintah Mengatasi Pandemi Covid-19[/quotes]

Ia menyarankan surveilans epidemiologi melakukan kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang memengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.

Disebutkannya, manifestasi klinis dari infeksi virus nipah ini bisa mulai dari yang tidak bergejala, infeksi saluran nafas akut, dan infeksi otak.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Jenderal Idham Azis Serahkan Panji Polri Tribrata kepada Kapolri yang Baru[/quotes]

“Gejalanya tidak khas sehingga tidak mudah untuk dibedakan dengan gejala penyakit infeksi umumnya,” katanya.

Melihat munculnya beberapa penyakit zoonosis yang selalu berpotensi muncul setiap saat selama masih adanya dinamika interaksi manusia dengan hewan dan lingkungan.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : New Delhi Semakin Dekat dengan Herd Immunity, Indonesia Kapan Menyusul?[/quotes]

Tri Wibawa menyampaikan tindakan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan derajat kesehatan manusia dengan selalu menjaga keharmonisan interaksi antara manusia, hewan dan lingkungan, atau yang sering disebut sebagai pendekatan one health.

Seperti diketahui virus nipah pernah muncul di Malaysia pada tahun 1998-1999 yang sempat menular ke Singapura. Pada tahun 2001-2004 dilaporkan virus Nipah muncul di Bangladesh. Berdasarkan laporan dari WHO tingkat kematiannya antara 40-75 persen. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Milna Miana | Sumber : Harianhaluan

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Polemik Holywings, Ridwan Kamil Minta Bertindak Tegas!

Publiksultra.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan Pemerintah Kota Bogo…