Home Berita Menteri PANRB Tegaskan akan Memberhentikan Oknum PNS yang Terlibat Kecurangan Seleksi CASN

Menteri PANRB Tegaskan akan Memberhentikan Oknum PNS yang Terlibat Kecurangan Seleksi CASN

5 min read
0
0
108
Ilustrasi.

Publiksultra.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 30 tersangka dalam kasus kecurangan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di satu tempat kejadian perkara (TKP).

Pengusutan perkara ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Calon Aparatur Sipil Negara 2021.

Hal tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroktrasi (PANRB) bersama Badan Researse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut kasus kecurangan pada seleksi CASN yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

Terkait hal tersebut, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa dirinya akan memberhentikan oknum PNS yang ikut serta dalam kecurangan seleksi CASN secara tidak hormat.

Awalnya, Tjahjo menyebut pihaknya melakukan koordinasi dengan BKN usai mendapatkan pengaduan masyarakat terkait kecurangan seleksi CASN.

“Saya datang dan membawa surat kepada Kabareskrim Mabes Polri untuk membantu mengusut tuntas jaringan penipuan CPNS dengan berbagai cara,” imbuh Tjahjo, Senin (25/4/2022).

Bareskrim pun langsung membentuk tim serta koordinasi dengan Polisi Daerah dan Polres Seluruh Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk ikut serta mengusut oknum PNS Kemenpan RB dan BKN yang terlibat.

“Dengan beberapa data-data yang ada dan bukti awal jejak digital pasti ditangakp dan akan kita proses segera,” tuturnya.

Tjahjo berharap dengan telah ditetapkannya 30 tersangka, maka seleksi CPNS terus berlanjut sebagaimana mestinya.

Di samping itu, Tjahjo mengakui bahwa setiap seleksi CPNS selalu saja terdapat oknum yang melakukan kecurangan demi lulus dalam seleksi.

“Kemenpan RB menyampaikan apresiasi dan terimkasih atas prestasi dan kerja keras jajaran Bareskrim Polda dan Polres dan Tim yang dibentuk Kabareskrim. Kalau ada oknum PNS yang terlibat kami proses untuk diberhentikan tidak hormat,” ungkapnya.

Diketahui, sejauh ini Bareskrim bersama Kemenpan RB menetapkan 30 tersangka dari 10 titik TKP kecurangan ASN.

“Sudah dilakukan penangkapan terhadap 21 orang sipil dan 9 PNS yang terlibat dalam kecurangan tersebut dengan jumlah TKP sebanyak 10 daerah,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko, di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/4/2022).

Sepuluh daerah tersebut berada di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Lampung. Di Sulawesi Selatan kecurangan terjadi di beberapa lokasi yaitu Makassar, Tana Toraja, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Enrekang. Modus operandi yang dilakukan para pelaku adalah dengan menggunakan aplikasi remote access pada pelaksanaan seleksi dengan Computer Assisted Test (CAT). Selain itu, terdapat modus lainnya dengan menggunakan perangkat khusus yaitu perangkat “micspy” yang disembunyikan dibalik baju peserta.

Polri juga menyita sejumlah barang bukti, mulai dari berkas-berkas hingga peralatan elektronik.

“Barang bukti yang berhasil diamankan oleh tim Satgas Anti KKN CASN 2021 antara lain 58 Unit Handphone, 43 Unit Laptop/PC, 9 Unit Flashdisk, dan 1 Unit DVR,” terang Gatot. (*)

 

Sumber: Harianhaluan.com
Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Anjangsana Kelistrikan, Persembahan PLN UIW Sumbar untuk Guru Terbaik

Publiksultra.id – Berkenaan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperin…