Home Berita Megawati Bertemu Prabowo Subianto, Pengamat: Pertemuan Megawati Dengan Prabowo Syarat Akan Duet Prabowo-Puan

Megawati Bertemu Prabowo Subianto, Pengamat: Pertemuan Megawati Dengan Prabowo Syarat Akan Duet Prabowo-Puan

4 min read
0
0
52
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto lekat dengan persiapan jelang Pilpres 2024. (Tim/MMT/instagram adiprayitno.official)

Publiksultra.id – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pertemuan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dengan Ketum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto lekat dengan persiapan jelang Pilpres 2024.

Ia menjelaskan pertemuan tersebut pasti dikaitkan dengan pilpres karena kalau hanya silaturahim biasa bisa dilakukan lewat telepon dan video call.

“Pasti ada kaitannya dengan 2024, kendati pertemuan itu tidak diakui sebagai persiapan Pilpres 2024 tapi hal itu tidak menampik adanya faktor kedekatan antara Megawati dan Prabowo,” ujar Adi saat dihubungi, Sabtu 7 Mei 2022

Menurutnya meskipun tidak ada obrolan terkait Pilpres, tapi silaturahim ini akan semakin menegaskan bahwa Prabowo cukup lengket dengan Megawati.

“Silaturahim politik itu juga bisa dinilai sebagai pencanangan duet Prabowo-Puan yang beberapa saat lalu mendapati hasil positif berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), artinya duet Prabowo-Puan itu relatif leading, setidaknya dua orang ini sudah sama-sama mulai dikenal oleh publik terkait 2024 dan silaturahim politik itu kemarin seakan-akan menambah amunisi supaya publik itu terus bicara tentang kemungkinan Prabowo-Puan bisa duet bareng,” katanya.

Sebelumnya, survei SMRC menunjukkan bahwa jika yang bertarung hanya dua pasangan, Prabowo Subianto-Puan Maharani melawan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono, hasilnya Prabowo-Puan mendapatkan 41%, Anies-AHY 37,9%, dan 21% yang belum menentukan pilihan.

Sedangkan dalam simulasi Prabowo-Puan melawan Ganjar-Airlangga, Prabowo-Puan didukung 39,3%, Ganjar-Airlangga 40,3%, dan 20,5% yang belum menentukan pilihan.

Sementara itu, pengamat politik Yunarto Widjaja menambahkan adalah hal yang sulit dilakukan, meskipun kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Menurutnya ‘perkawinan’ dua partai pemenang pemilu dan ‘runner up’ akan sulit menentukan siapa Capres dan Cawapresnya.

“PDIP surveynya jauh diatas Gerindra dan sulit buat saya membayangkan partai pemenang pertama itu mau hanya menjadi cawapres dan saya juga tidak bisa membayangkan, Pak Prabowo karena menyadari partainya hanya peringkat kedua mau mengalah sebagai cawapres karena Prabowo kapasitasnya sebagai capres” ujar Yunarto Wijaya.

Duet PDIP dan Gerindra pernah terjadi pada tahun 2009, memasangkan Megawati Soekarno Putri dan Prabowo dan bahkan diseremonikan dengan Perjanjian Batu Tulis, tapi pada pemilu 2014, PDIP malah mengusung Jokowi dan Jusuf Kalla.

 

Sumber: Harianhaluan.com

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Anjangsana Kelistrikan, Persembahan PLN UIW Sumbar untuk Guru Terbaik

Publiksultra.id – Berkenaan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperin…