Pendahuluan
Bayangkan kamu sedang mengakses mobile banking atau mengirim pesan penting. Kamu merasa aman karena menggunakan Wi-Fi di rumah atau di kafe. Tapi tanpa disadari, ada pihak ketiga yang ikut “menguping” dan mencuri data yang kamu kirim. Inilah yang disebut serangan Man in the Middle (MitM)—serangan yang diam-diam tapi sangat berbahaya.

Artikel ini akan membahas dengan cara sederhana apa itu serangan MitM, bagaimana cara kerjanya, dan tentu saja, bagaimana kamu bisa menghindarinya.


Apa Itu Serangan Man in the Middle (MitM)?

Man in the Middle adalah jenis serangan di mana hacker menyusup di antara dua pihak yang sedang berkomunikasi secara online—misalnya antara kamu dan website perbankan.

Alih-alih komunikasi terjadi langsung antara kamu dan situs tujuan, data malah lewat dulu ke si penyerang, tanpa kamu sadari.


Bagaimana Cara Kerja MitM?

  1. Intercept (Penyadapan)
    Penyerang memposisikan dirinya di tengah-tengah komunikasi. Biasanya dilakukan lewat Wi-Fi publik yang tidak aman.

  2. Decryption atau Manipulasi
    Setelah berhasil menyadap, mereka bisa:

    • Membaca data (seperti username, password, info kartu kredit)

    • Mengubah isi komunikasi (misalnya mengganti nomor rekening tujuan)

  3. Pengiriman ke Tujuan Asli
    Setelah mencuri atau memodifikasi data, mereka tetap meneruskan komunikasi ke tujuan akhir agar kamu tidak curiga.


Contoh Nyata MitM

  • Wi-Fi Publik Palsu
    Hacker membuat Wi-Fi dengan nama mirip “Free WiFi” di kafe. Saat kamu terhubung, mereka bisa mengakses semua data yang kamu kirim.

  • Spoofing DNS atau IP
    Hacker memalsukan alamat situs agar kamu mengakses versi palsunya.

  • HTTPS Stripping
    Hacker mengubah koneksi dari aman (HTTPS) menjadi tidak aman (HTTP), sehingga data bisa dicuri dengan mudah.


Apa Saja Risiko dari Serangan MitM?

  • Pencurian data pribadi (password, nomor kartu kredit)

  • Peretasan akun (email, media sosial, bank)

  • Kehilangan uang

  • Identitas dipalsukan atau disalahgunakan

Karena berjalan diam-diam, sering kali korban baru menyadarinya setelah kerugian terjadi.


Siapa yang Rentan terhadap MitM?

  • Pengguna Wi-Fi publik (di kafe, hotel, bandara)

  • Orang yang tidak memakai enkripsi data

  • Sistem atau aplikasi yang belum diperbarui

  • Organisasi tanpa perlindungan jaringan yang memadai


Cara Menghindari Serangan MitM

  1. Hindari Wi-Fi publik yang tidak dikenal
    Jangan pernah akses data penting (seperti mobile banking) di Wi-Fi umum tanpa perlindungan.

  2. Gunakan VPN
    VPN mengenkripsi semua data kamu sehingga tidak bisa disadap dengan mudah, bahkan di jaringan yang tidak aman.

  3. Periksa HTTPS di alamat web
    Pastikan situs yang kamu akses menggunakan “https://” dan ada ikon gembok di bilah alamat.

  4. Aktifkan Autentikasi Ganda (2FA)
    Jadi meskipun password dicuri, akun kamu tetap aman.

  5. Update sistem dan aplikasi secara berkala
    Banyak celah keamanan yang ditutup lewat update.

  6. Gunakan firewall dan antivirus
    Untuk memantau aktivitas jaringan dan mencegah penyusupan.


Kesimpulan

Serangan Man in the Middle adalah ancaman diam-diam yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat kamu sedang online tanpa perlindungan. Serangan ini sulit terdeteksi, tapi dampaknya bisa sangat besar—dari pencurian data hingga kerugian finansial.

Dengan kebiasaan digital yang aman, seperti menggunakan VPN dan menghindari Wi-Fi publik, kamu bisa mencegah serangan ini. Ingat, privasi adalah hak kamu—dan juga tanggung jawab kamu untuk menjaganya.

NAMA: SULFIANA

NIM: 23156201033

PRODI: SISTEM KOMPUTER