Home Berita Mafia Bibit Gunakan Sertifikat Palsu, BUMN Sinkronisasi Data Penting dengan Kementan

Mafia Bibit Gunakan Sertifikat Palsu, BUMN Sinkronisasi Data Penting dengan Kementan

4 min read
0
0
100
Mencuat!! Erick Thohir Ditaksir Sebagai Penentu Kemenangan Pilpres 2024

Publiksultra.id – Keberadaaan mafia bibit baru-baru ini menjadi sorotan ketika disinggung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Hal itu diutarakan Erick saat memberikan kuliah umum di Universitas Padjajaran pada Sabtu (23/4/2022) lalu.

Keberadaan mafia bibit disebut merugikan karena kualitas bibit yang diterima petani tidak sesuai, sehingga membuat hasil panen menurun. Terkait mafia bibit ini, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, temuan itu berdasarkan pengalaman sejumlah perusahaan pelat merah di sektor pangan.

Pengalaman BUMN Pangan menemukan adanya bibit-bibit bersertifikat palsu yang dibeli oleh para petani dari pihak ketiga.

“Bibit-bibit bersertifikat palsu sangat merugikan para petani karena memberikan dampak besar pada hasil komoditi mereka, dan tentunya ini juga akan merugikan BUMN karena berdampak kepada volume pasokan ke pabrik-pabrik BUMN,” ujar Arya seperti dikutip Harian Haluan di kompas, Selasa (26/4/2022).

Ia mengatakan, kondisi ini yang pada akhirnya membuat Kementerian BUMN mendorong kerja sama untuk menyinkronisasi data dan teknis dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Sinkronisasi ini diharapkan mampu membenahi persoalan di sektor pertanian, sehingga para petani bisa mendapatkan bibit terbaik dengan target produksi yang juga tercapai.

“BUMN-BUMN yang memang banyak bekerja di sektor pertanian seperti Pupuk, Perkebunan, dan lainnya sedang melakukan pembenahan dan sinkronisasi data,” kata dia.

Arya menilai, sinkronisasi data dan kerja sama teknis dengan Kementan menjadi sangat penting karena memang banyak sektor pertanian yang dirambah oleh BUMN. Terkait hal ini, kerja sama yang sudah dimulai dilakukan dengan Kementan adalah Program Data Petani bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Telkom Indonesia Tbk.

Sementara kerja sama teknis, salah satunya dilakukan dalam hal pengadaan bibit, mengingat bibit pertanian menjadi faktor penting untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik.

Untuk diketahui, BUMN yang bergerak di komoditi sawit, tebu, kopi, dan kakao cukup banyak, sehingga pengadaan bibit menjadi bagian penting untuk pengembangan perkebunan. Apalagi banyak perkebunan BUMN yang melakukan kerjasama melibatkan petani-petani untuk mendukung produksi BUMN seperti sawit dan tebu.

“Pengadaan bibit bagi para petani sawit dan tebu membutuhkan kerjasama antara Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian sehingga para petani menadapatkan bibit yang terbaik dan tersertifikasi,” tutup Arya.

 

Sumber: Haluanharian.com

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Gara-gara Dukung Rusia

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Washington DC, Amer…