Home Berita Lakukan Inspeksi ke Pabrik Vaksin Sinovac, WHO Temukan Beberapa Fakta Ini

Lakukan Inspeksi ke Pabrik Vaksin Sinovac, WHO Temukan Beberapa Fakta Ini

4 min read
0
0
383
Ilustrasi

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Vaksin Covid-19 Sinovac-CoronaVac secara resmi mendapatkan izin Emergency Use Authorization (EUA) dari World Health Organization (WHO) pada Selasa (1/6/2021). Sebelumnya WHO telah memberikan EUA kepada beberapa jenis vaksin seperti Pfizer/BioNTech, Astrazeneca-SK Bio, Serum Institute of India, AstraZeneca EU, Janssen, Moderna, dan Sinopharm.

Merangkum dari laman resmi WHO, Rabu (2/6/2021), dalam pemberian EUA terhadap vaksin Sinovac–CoronaVac, WHO melakukan penilaian termasuk inspeksi di tempat fasilitas produksi. Dari hasil inspeksi ditemukan berbagai fakta yakni:

Produk Sinovac-CoronaVac adalah vaksin yang tidak aktif. Persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya lebih gampang dikelola dan sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah. Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) juga telah menyelesaikan tinjauannya terhadap vaksin tersebut.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Ini Kronologi Kematian Trio Fauqi yang Meninggal Usai Terima Vaksin AstraZeneca[/quotes]

Berdasarkan bukti yang ada, mengutip Okezone, WHO merekomendasikan vaksin untuk digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam dua dosis vaksin dengan jarak dua hingga empat minggu. Hasil efikasi vaksin menunjukkan bahwa vaksin dapat mencegah penyakit simtomatik pada 51% dari masyarakat yang divaksinasi dan mencegah keparahan dan rawat inap akibat Covid-19 pada 100% populasi yang diteliti.

Beberapa orang dewasa yang lebih tua (di atas 60 tahun) terdaftar dalam uji klinis, sehingga kemanjuran tidak dapat diperkirakan pada kelompok usia ini. Namun, WHO tidak merekomendasikan batas usia tua untuk vaksin ini. Sebab data yang dikumpulkan selama penggunaan di banyak negara dan data imunogenisitas yang mendukung menunjukkan vaksin kemungkinan memiliki efek perlindungan pada orang tua.

Tidak ada alasan untuk percaya bahwa vaksin memiliki profil keamanan yang berbeda pada populasi yang lebih tua dan yang lebih muda. WHO merekomendasikan bahwa negara-negara yang menggunakan vaksin pada kelompok usia yang lebih tua melakukan pemantauan keamanan dan efektivitas. Tujuannya untuk memverifikasi dampak yang diharapkan dan berkontribusi membuat rekomendasi lebih kuat untuk semua negara. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Shannon Wong Menyesal Telah Laporkan Ayah ke Polisi, Akui Dirinya yang Salah Karena Bucin

Jakarta, publiksultra.id – Beberapa saat lalu selebgram Shannon Wong sempat menghebohkan p…