Home Berita Kapan Waktu Terbaik untuk Tes Antigen dan PCR Covid-19? Ini Jawaban Dokter

Kapan Waktu Terbaik untuk Tes Antigen dan PCR Covid-19? Ini Jawaban Dokter

9 min read
2
0
526
Ilustrasi

JAKARTA, PUBLIKSULTRA.ID – Mungkin kamu masih sering bingung kapan waktu terbaik melakukan tes Covid-19 dengan antigen atau PCR (polymerase chain reaction)?.

Tes Covid-19 penting dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus corona pada orang yang merasakan gejala Covid-19, atau melakukan kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.

Tes antigen dapat mendeteksi protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Sementara tes PCR mampu mendeteksi materi genetik virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]Baca Juga : Tips Meningkatkan Imunitas Saat Corona Merebak[/quotes]

Simak penjelasan dokter terkait prinsip pemeriksaan Covid-19 dengan antigen dan PCR serta kapan sebaiknya tes antigen dan PCR berikut.

Prinsip pemeriksaan Covid-19 dengan antigen dan PCR Ahli patologi klinik dari Universitas Sebelas Maret (UNS), dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK, PhD, FISQua menjelaskan, pemeriksaan Covid-19 paling baik dilakukan saat virus sudah terdeteksi.

“Virus sudah bisa dideteksi saat jumlah virus sudah melebihi Limit of Detection (LoD). Bila masih di bawah LoD, maka tes tidak bisa mendeteksi walau virusnya ada,” jelas Tonang, dikutip Kompas.com, Sabtu (26/6/2021).

Lebih lanjut Tonang menyampaikan, LoD tes PCR lebih rendah ketimbang LoD tes antigen. Di awal infeksi, PCR rata-rata mulai dapat terdeteksi pada hari ketiga setelah kontak dengan biang Covid-19.

Sedangkan tes antigen rata-rata mulai terdeteksi beberapa jam sampai satu hari setelah PCR mulai terdeteksi, atau 3-4 hari setelah kontak dengan virus corona. Sementara itu, gejala Covid-19 rata-rata mulai muncul pada hari kelima. Saat itu, juga jumlah virus mencapai puncaknya.

“Maka pada hari ke 5-7 itulah akurasi PCR paling tinggi. Saat itu juga tes antigen sangat akurat,” jelas Tonang.

Setelah mencapai jumlah puncaknya, jumlah virus akan menurun. Ketika mencapai ambang batas LoD antigen, maka hasil tes Covid-19 negatif. Biasanya terjadi sekitar 5-7 hari setelah gejala. Namun, saat jumlah virus masih di atas ambang batas LoD PCR, maka hasil tes Covid-19 positif.

Rata-rata PCR positif sampai 17-21 hari sejak terjadi infeksi virus corona. Kendati begitu, di beberapa kasus yang jarang terjadi, ada juga PCR yang hasil tes positif Covid-19 cukup lama (lebih dari 21 hari sejak terinfeksi).

Kapan sebaiknya tes antigen atau PCR Covid-19?

Dokter Tonang menyebutkan tes antigen atau PCR untuk pemeriksaan Covid-19 perlu disesuaikan dengan kondisi seseorang. Pertama, untuk kondisi kontak erat Covid tapi tanpa gejala atau timbul gejala ringan. Kedua, untuk orang yang merasakan gejala Covid-19 atau kontak erat dengan gejala khas Covid-19.

Berikut penjelasannya.

Untuk kontak erat Covid-19 tapi tanpa gejala atau gejala ringan Orang yang kontak dengan pengidap Covid-19 tapi tanpa gejala atau timbul gejala tapi tidak sampai dirawat di RS, disarankan untuk segera melakukan tes antigen atau PCR saat dinyatakan sebagai kontak erat.

“Apabila hasil tes Covid-19 positif, tidak perlu mengulang tes. Langsung jalankan isolasi dan penanganan sesuai pedoman isolasi,” terang Tonang.

Perlu tidaknya dilakukan tes evaluasi selama isolasi mandiri, disesuaikan dengan kebutuhan di akhir masa isolasi.

“Kalau ternyata kemudian timbul gejala, soal tes atau tidak, itu nanti urusannya dokter atau RS yang merawat bila memang perlu perawatan di RS,” kata dia.

Apabila hasil tes Covid-19 negatif, seseorang dianjurkan menjalankan karantina mandiri. Untuk memastikan hasilnya sahih, lakukan pemeriksaan lagi pada hari kelima sejak dinyatakan kontak erat. Pemeriksaan selang lima hari tersebut dianjurkan dengan pertimbangan jumlah virus mencapai puncaknya.

Apabila terjadi infeksi saat kontak erat, maka paling lambat seseorang akan positif pada hari kelima tersebut.

“Pada hari kelima, lakukan tes antigen atau PCR lagi. Bila positif, lanjutkan isolasi sesuai gejala dan waktunya. Bila negatif, maka bisa mengakhiri masa karantina namun tetap perlu menjalankan protokol kesehatan,” terangnya.

[quotes quotes_style=”bquotes” quotes_pos=”center”]baca juga : Warga Diminta Berhati-hati, Anies Sebut Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua Melanda Jakarta[/quotes]

Untuk orang bergejala Covid-19 sampai membutuhkan perawatan di RS Apabila ada gejala khas Covid-19 sampai membutuhkan perawatan di RS, seseorang dianjurkan segera melakukan tes PCR atau antigen pada saat timbul gejala.

“Bila positif, langsung dinyatakan konfirmasi dan dilakukan perawatan sesuai pedoman isolasi sesuai gejala. Tidak harus ada tes di hari kedua. Bila negatif, lanjutkan isolasi sebagai suspek dan tes PCR di hari kedua,” jelasnya.

Tes PCR ulang untuk konfirmasi perlu dilakukan bagi orang yang merasakan gejala Covid-19 sampai butuh perawatan di RS, tapi hasil tes Covid-19 sebelumnya negatif.

“Bila hasil tes Covid-19 positif, status seseorang menjadi pasien konfirmasi dan perlu menjalani isolasi. Bila negatif, pasien dinyatakan sebagai discarded atau sakit tapi bukan Covid-19,” ujar Tonang.

Setelah menyimak penjelasan di atas, semoga sudah tidak ada kebingungan lagi kapan sebaiknya tes antigen dan PCR untuk pemeriksaan Covid-19. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Kompas.com

Load More Related Articles
Load More By sulkifly said
Load More In Berita

2 Comments

  1. […] Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik untuk Tes Antigen dan PCR Covid-19? Ini Jawaban Dokter […]

    Reply

  2. […] Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik untuk Tes Antigen dan PCR Covid-19? Ini Jawaban Dokter […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Shannon Wong Menyesal Telah Laporkan Ayah ke Polisi, Akui Dirinya yang Salah Karena Bucin

Jakarta, publiksultra.id – Beberapa saat lalu selebgram Shannon Wong sempat menghebohkan p…