Home Berita Inilah Hukum Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H bagi Umat Muslim

Inilah Hukum Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H bagi Umat Muslim

8 min read
0
0
103

Hari Raya Idul Fitri 1443 H biasanya diikuti dengan tradisi bersalaman dan ucapan selamat dari seorang muslim ketika bertemu dengan para saudaranya dengan perkataan: “taqabbalallahu minna wa minkum.”

Ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini pun pernah ditanyakan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra. dalam Majmu’ Al Fatawa. Bahwa, tidak ada asal usulnya ucapan selamat hari raya dalam syariat Islam.

Diriwayatkan dari Al Imam Ahmad ra., bahwa “Aku tidak (pernah) memulai mengucapkannya kepada seseorang. Namun, jika ada yang lebih dahulu mengucapkannya kepadaku, aku pun menjawabnya karena menjawab tahiyyah itu wajib.”

Ucapan tahni`ah berupa ‘taqabbalallahu minna wa minkum’ pun bukanlah sunah yang diperintahkan tapi juga tidak dilarang. Mereka yang melakukannya, telah memiliki, dan begitu pula dengan yang meninggalkannya.

Contoh yang dimaksudkan tahiyyah oleh Imam Ahmad ra. adalah firman Allah Swt. dalam surat An Nisa ayat 86, “Dan apabila kalian diberi ucapan salam penghormatan, maka jawablah dengan yang lebih baik darinya atau balaslah dengan yang semisalnya.”

Adapun beberapa pendapat dari ahli agama mengenai hukum ucapan selamat hari raya pada Idul Fitri 1443 H:

Al Baihaqi menyatakan, “Bab berisi riwayat tentang ucapan selamat ketika hari Id dengan kata-kata taqabballahu minna wa minka.”

Sementara, dari Khalid bin Ma’dan mengatakan, ‘“Aku berjumpa dengan Watsilah bin Al Asqa pada hari Id lantas kukatakan taqabbalallu minna wa minka.’ Jawaban beliau, ‘Na’am, taqabbalallahu minna wa minka.’ Watsilah lantas bercerita bahwa beliau berjumpa dengan Rasulullah pada hari Id lalu beliau mengucapkan, ‘Taqabbalallu minna wa minka.’ Jawaban Rasulullah, ‘Na’am, taqabbalallahu minna wa minka.’”

Abu Saad al Maliyani pun meriwayatkan dengan sanad serupa ke Watsilah bin Al Asqa, “Aku berjumpa dengan Rasulullah pada hari Id lalu kukatakan, ‘Taqabbalallu minna wa minka.’ Jawaban Rasulullah, ‘Na’am, taqabbalallahu minna wa minka.’”

Al Hafizh Abu Ahmad bin Adi juga mengungkapkan bahwa hadis ini statusnya adalah munkar atau lemah, serta tidak ada yang meriwayatkan dari Baqiyah, kecuali Muhammad bin Ibrahim.

Kemudian, Al Baihaqi berkata “Aku pernah menjumpai sanad yang lain dari Baqiyyah secara mauquf, bukan marfu melainkan aku tidak menilainya sebagai hadis yang mahfuzh.”

Al Hafiz Ibnu Hajar turut menyatakan, “Dari Jubair bin Nufair, beliau mengatakan, Dahulu, jika para sahabat Nabi Saw. saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan, taqabbalallahu minna wa minkum.’”

Perkara saling berkunjung dan mengucapkan salam pada hari raya tidak disyariatkan bagi pria maupun wanita muslim. Namun, hukumnya pun tidaklah bid’ah.

Kecuali orang itu beranggapan taqarrub atau ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt., barulah perkara itu menjadi bid’ah. Sebab, Nabi Muhammad Saw. tak pernah melakukannya.

Salam yang efektif sebagai penghormatan pada Hari Raya Idul Fitri 1443 H akan menghasilkan kesatuan dan kedekatan hati ketika ucapan selamat hari raya diberikan kepada para sahabat dan kerabat muslim.

Kesimpulannya, Baqiyah adalah mudallis dan pada sanad yang sudah disebutkan di atas, dia memakai ‘an yang mengartikan ‘dari’. Sementara riwayat dari Baqiyah, kontradiktif yang terkadang dalam wujud marfu’ dan kadang berbentuk mauquf, sehingga hadis tersebut adalah lemah.

Ucapan Selamat Hari Raya

Adapun ucapan selamat hari raya yang baik menurut para ulama adalah:

Jubair bin Nufair mengatakan, ”Dahulu, para sahabat Nabi Saw. saling bertemu pada hari raya lalu mengucapkan, ‘Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.’ (Sanadnya hasan, Fathul Bari)

Ibnu Habib pun menyatakan bahwa boleh mengucapkan ‘Id yang diberkahi’ dan ‘Semoga Allah memberi keselamatan bagimu’.” (Al Fawakih Ad Dawani)

Imam Malik pernah ditanya tentang ucapan seseorang pada hari raya, ‘“Taqabbalallahu minna wa minkum atau Ghafarallahu lana wa laka. Beliau menjawab, ‘Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya.’” (At Taj wal Iklil)

Syekhul Islam bahkan mengatakan, “Ucapan selamat hari raya setelah salat Id (taqabbalallahu minna wa minkum atau ahalallahu ‘alaika), maka ucapan ini diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa mereka melakukannya. Sebagian ulama, misal Imam Ahmad, juga memberikan keringanan….” (Majmu’ Fatawa)

Perlu diketahui ucapan yang sering kali dilafalkan adalah minal aidin wal faizin. Ternyata ucapan itu tidak diriwayatkan para sahabat dan ulama.

Itu pun hanyalah ucapan dari penyair masa Al Andalusi ketika membawakan syair dalam konteks dendang wanita pada hari raya. (Dawawin Asy Syi’ri Al Arabi ‘ala Marri Al Ushur)

Itulah hukum mengucapkan selamat hari raya pada Idul Fitri 1443 H. Kamu dapat mengucapkannya selama tidak merujuk pada hukum bid’ah. Semoga bermanfaat.

Sumber: HarianHaluan.com

Load More Related Articles
Load More By Saharuddin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jelang Manchester City vs Real Madrid: Karim Benzema Siap Perkuat Los Blancos

Publiksultra.id – Real Madrid akan menghadapi lawan yang cukup berat yakni Mancheste…