Home Berita Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dilarang, Ekonom: Mengulang Kesalahan dari Batu Bara

Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dilarang, Ekonom: Mengulang Kesalahan dari Batu Bara

4 min read
0
0
125

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melarang ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan minyak goreng mulai 28 April 2022 hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Hal ini dilakukan akibat adanya mafia migor yang begitu meresahkan masyarakat.

“Hari ini saya telah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat utamanya yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Dalam rapat tersebut telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng,” kata Jokowi dalam keterangan resminya, Jumat (22/4/2022).

baca juga : Menteri Trenggono Dampingi Presiden RI Blusukan di Kampung Nelayan

Presiden berjanji akan terus memantau dan mengevaluasi kebijakan tersebut hingga ketersediaan minyak goreng melimpah dengan harga terjangkau.

Menanggapi hal itu, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai kebijakan menyetop ekspor CPO secara mendadak sama saja pemerintah mengulang kesalahan pada kebijakan stop ekspor batubara pada Januari 2022 lalu.

Menurut Bhima, jika tujuan pemerintah hanya untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri maka tidak perlu stop ekspor CPO.

baca juga : Jokowi Beberkan Alasannya Melarang Ekspor Minyak Goreng dan CPO

“Ini mengulang kesalahan stop ekspor mendadak komoditas batubara Januari 2022 lalu. Apakah masalah selesai? kan tidak justru diprotes oleh calon pembeli di luar negeri. Cara-cara seperti itu harus dihentikan,” kata Bhima seperti dikutip Harian Haluan di Sariagri.

Bhima juga mengungkapkan, seharusnya dengan mengembalikan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) CPO 20 persen dari ekspor saja sudah dapat memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri lebih dari cukup. Hanya saja, menurutnya yang perlu diperbaiki adalah pengawasan yang ketat terhadap kepatuhan produsen.

baca juga : Jokowi Setop Ekspor Minyak Goreng Mulai Kamis Pekan Depan

“Kemarin saat ada DMO kan isu nya soal kepatuhan produsen yang berakibat pada skandal gratifikasi.sekali lagi tidak tepat apabila pelarangan total ekspor dilakukan. Selama ini problem ada pada sisi produsen dan distributor yang pengawasannya lemah,” pungkasnya.

Sumber: HarianHaluan.com

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Gara-gara Dukung Rusia

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Washington DC, Amer…