Home Berita Diajak Puan Maharani Berefleksi di Hari Kartini, Ini Kata Seniman Muda Alfiah Puan

Diajak Puan Maharani Berefleksi di Hari Kartini, Ini Kata Seniman Muda Alfiah Puan

4 min read
0
0
117
Ketua DPR RI Puan Maharani minta para delegasi sedunia peduli perubahan iklim

Publiksultra.id – Ketua DPR RI Puan Maharani ajak para Kartini muda untuk bersama memajukan Indonesia.

Salah satunya, seniman muda Alfiah Rahdini yang bersepakat dengan ajakan tersebut dimana menurutnya, Hari Kartini sepantasnya menjadi momen refleksi bagi masyarakat Indonesia, tidak hanya perempuan.

“Dalam konteks apa pun, dari Ibu Puan sendiri atau dari beberapa aktivis yang telah menyuarakan kita untuk bergerak, banyak yang telah mengobarkan semangat untuk kita perempuan maju dan saya sangat sepakat dengan ajakan itu,” ujar Rahdini.

Ia mengatakan kondisi dunia saat ini memaksa setiap orang untuk bergerak, tanpa memandang jenis kelamin dan tidak hanya saat momentum Hari Kartini saja, tapi para perempuan juga harus turut menyelesaikan masalah.

“Tidak hanya saat Hari Kartini kita harus seperti tergerak tapi kondisi sekarang ini memaksa kita untuk tetap bergerak, tidak cuma terbatas laki-laki dan kita sebagai perempuan juga mau tak mau harus ikut terus bergerak untuk mengatasi berbagai masalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa terkait dengan ajakan untuk memajukan bangsa, ia menggarisbawahi kemajuan seperti apa yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia dan baginya, kemajuan terikat konteks.

“Memajukan memang harus menjadi refleksi kita juga dan kita harus melihat kembali juga bagaimana sebetulnya kemajuan dalam konteks Kartini, bahwa kemajuan juga memiliki konteksnya,” katanya.

Menurutnya, dalam konteks seni, jumlah perempuan masih belum bisa dibilang seimbang dengan seniman laki-laki karena dunia seni memang identik dengan laki-laki, terlebih dalam seni rupa patung.

“Seniman pematung perempuan masih terhitung sedikit, tidak banyak juga yang perempuan atau di seni rupa,” ujar seniman perempuan yang tercatat pernah memajang karya pada Koganecho Art Bazaar di Jepang tersebut.

Meski demikian, dikatakannya ada dinamika di ruang publik terkait keterlibatan perempuan dalam dunia seni yang bias hadir dalam sosok seniman maupun ide gagasan tentang keperempuanan.

“Hari Kartini patutnya membawa pada refleksi terkait perempuan dalam dunia seni, baik dari kesenimanan atau pun kekaryaan dan refleksi apakah perempuan dalam konteks seni sudah terbebaskan? Baik seniman maupun kekaryaan,” katanya.

Lebih lanjut, ia tidak menampik adanya masyarakat yang mempunyai anggapan bahwa seni kurang menjanjikan bagi masa depan dan keprofesian seni juga kerap dilihat sebelah mata.

“Padahal seni bisa memainkan peran penting dalam kehidupan manusia yakni sebagai pembangun jiwa dan rasa serta emansipasi yang dihadirkan oleh Kartini itu juga emansipasi rasa,” ujarnya.

 

Sumber: Harianhaluan.com

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Gara-gara Dukung Rusia

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Washington DC, Amer…