Home Berita BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Tsunami Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Tsunami Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau

4 min read
0
0
83

Publiksultra.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan kepada masyarakat untuk mewaspai potensi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Peringatan ini disampaikan oleh oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam Konferensi Pers virtual bertajuk Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Potensi yang ditimbulkan Erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai langkah kesiapsiagaan masyarakat pada Senin 25 April 2022 malam.

“Dengan meningkatnya lebel aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II menjadi Level III yang disampaikan oleh PVMBG-Badan Geologi, maka masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi atau tsunami di malam hari, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh BMKG,” kata Dwikorita.

Ia menambahkan, situasi gelombang tinggi atau tsunami di malam hari menjadi kondisi yang sangat sulit untuk tim karena keterbatasan pandangan untuk melihat perkembangan aktivitas gunung dan laut di sekitarnya secara langsung.

Dwikorita menjelaskan, imbauan agar masyarakat waspada terhadap potensi gelombang tinggi atau tsunami sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini bukan tanpa alasan.

Sebab, secara historis aktivitas Gunung Anak Krakatau ini pernah menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat di daerah yang dahulunya pernah terdampak hempasan tsunami akibat erupsi besar Gunung Anak Krakatau ini, untuk kembali mewaspadai kemungkinan kejadian serupa terulang.

Jumono meminta agar nelayan, warga, hingga wisatawan tidak terlalu dekat, yakni pada radius 5 Km dari kawah aktif.

“Kami tetap merekomendasikan pengunjung maupun nelayan radius lima kilometer dari kawah aktif GAK, ” katanya, dilansir dari Antara.

Karena GAK masih dalam status Siaga Level III, masyarakat di pesisir pantai barat provinsi Banten juga diharapkan mewaspadai potensi tsunami.

Dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, terkait status Gunung Anak Krakatau ini, Pemprov Banten sudah melakukan kesiapsiagaan sejak dini untuk menanggulangi bencana.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana.

Dikatakan Nana Suryana, kesiapsiagaan tersebut seperti pengaktifan kembali alat Early Warning System (EWS) di tiga daerah yang berpotensi terjadi gempa yang dapat menimbulkan tsunami.

“Kondisi sirine dari tiga lokasi, yang berfungsi dua yaitu di Panimbang dan Labuan, yang 1 di Pasauran masih dalam perbaikan oleh BMKG setelah sebelumnya ada yang mencuri bagian dari alat tersebut,” kata Nana Suryana Rabu, 27 April 2022.(*)

 

Sumber: Harianhaluan.com

 

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Gara-gara Dukung Rusia

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Washington DC, Amer…