Home Berita Besok, 14 Mei 2022, Massa dari Apindo Akan Menggelar Aksi May Day

Besok, 14 Mei 2022, Massa dari Apindo Akan Menggelar Aksi May Day

6 min read
0
0
54

Publiksultra.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Apindo berencana akan menggelar aksi unjuk rasa yang akan diikuti ratusan ribu massa yang akan dilaksanakan Sabtu 14 Mei 2022 besok.

Rencana aksi unjuk rasa tersebut dibenarkan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana, menurutnya Aksi May Day serentak di kota-kota besar di Indonesia.

Di Jakarta, Partai Buruh akan menyelenggarakannya di dua titik yakni Gedung DPR/MPR RI dan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Danang juga memberikan apresiasi kepada memberi apresiasi pada peserta buruh yang turun ke jalan besok. Namun ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut mestinya dilakukan secara elegan dan berkualitas.

“Pada intinya, perjuangan peningkatan kesejahteraan buruh itu bukan hanya kepentingan buruh, tetapi juga kepentingan pengusaha dan pemerintah. Perusahaan bisa sustain jika pekerjanya juga sejahtera, pemerintahan menjadi kredibel tercapai tujuan menyejahterakan pekerja,” kata Danang saat dihubungi pada Jumat 13 Mei 2022.

Ada sebanyak 18 tuntutan yang akan disuarakan dalamm aksi unjuk rasa tersebut, terdiri dari:

  1. Tolak Omnibus law UU Cipta Kerja;
  2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas;
  3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB;
  4. Tolak upah murah;
  5. Hapus outsourcing;
  6. Tolak kenaikan pajak PPn;
  7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran;
  8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan;
  9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria;
  10. Stop kriminalisasi petani;
  11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis;
  12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS;
  13. Pemberdayaan sektor informal;
  14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja;
  15. Driver Ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya;
  16. Laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang;
  17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih); dan
  18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.

Danang juga menjelaskan jika Partai yang merupakan koalisi dari beberapa serikat buruh di Indonesia ini untuk mempunyai pemahaman tentang situasi ekonomi global dan nasional.

“Tetapi ada baiknya jika konfederasi buruh juga memiliki pemahaman yang lebih cermat tentang situasi ekonomi global dan nasional. Karena, kesejahteraan buruh juga sangat tergantung surviveabilitynya perusahaan” kata Danang.

Danang juga menjelaskan bahwa sudah terlalu banyak gejolak politik di perburuhan yang akan mengguncang stabilitas dunia usaha.

“Terlalu banyak gejolak politik di perburuhan akan mengguncang stabilitas dunia usaha. Apalagi, tuntutan-tuntutan itu juga sangat melebar dan sebenarnya sudah banyak yg terakomodasi di regulasi pemerintah saat ini, kan?,” kata Danang.

Danang menjelaskan bahwa pemulihan kembali eknomi pasca pandemi seperti ini mustinya dimengerti oleh para buruh. Alangkah baiknya jika dilakukan dengan dialog yang konstruktif.

“Maka, situasi recovery dari pandemi saat ini, mustinya dimanfaatkan untuk mengedepankan dialog-dialog yang konstruktif daripada unjuk rasa turun ke jalan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan akan melaksanakan unjuk rasa dengan ratusan ribu peserta buruh dari seluruh Indonesia.

“50-an ribu orang, berasal dari DKI, Jabar, dan Banten. Secara bersamaan, juga akan dilakukan aksi serempak di berbagai daerah: 20 ribu buruh di Surabaya, 5 ribu buruh di Semarang, 15 ribu buruh di Batam, 5 ribu buruh di Medan, dan puluhan ribu buruh lainnya yang tersebar di kota-kota industri seperti Yogyakarta, Aceh, Padang, Bengkulu, Riau, Lampung, Sulawesi, Makasar, Gorontalo, Morowali, Kendari, Bitung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Maluku, Mataram, Ternate, dan beberapa kota industri lainnya,” ungkap Said Iqbal.(*)

 

Sumber: Harian Haluan

Load More Related Articles
Load More By rifal
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Masyarakat Sipil Nilai Puan Maharani Serius dalam Memperjuangkan UU TPKS

Publiksultra.id – Ketua DPRD Republik Indonesia, Puan Maharani berharap Pemerintah R…