Home Berita Bentrokan Berdarah Lahan Tebu Tewaskan 2 Petani, Anggota DPRD Ini Dituntut 12 Tahun Bui

Bentrokan Berdarah Lahan Tebu Tewaskan 2 Petani, Anggota DPRD Ini Dituntut 12 Tahun Bui

4 min read
0
0
59

 

Ilustrasi bentrokan berdarah

Publiksultra.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Demokrat, Taryadi yang ditetapkan terdakwa dalam kasus bentrokan berdarah di lahan tebu dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus yang terjadi Oktober, 2021 lalu itu mengakibatkan dua orang petani penggarap lahan tebu milik PG Jatitujuh tewas. Dalam perkara ini, JPU menuntut Taryadi dengan sangkaan Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, Pasal 170 ayat (3) KUHP, Pasal 160 KUHP dan Pasal 107 huruf a jo UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

“(Meminta majelis hakim) menjatuhkan (hukuman penjara) kepada terdakwa Taryadi Bin Dawud selama 12 tahun, dikurangi masa tahanan yang sedang dijalani,” ujar Tim JPU saat membacakan tuntutan kasus bentrokan berdarah di PN Indramayu, dikutip Harian Haluan dari Pikiran Rakyat, Kamis (12/5/2022).

Sidang lanjutan perkara pidana tersebut digelar secara virtual, dengan No.30/ Pid.B / 2022 / PN.Idm, dengan terdakwa Taryadi yang merupakan Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Indramayu.

Sidang tuntutan tersebut dipimpin oleh tiga hakim, yakni Yogi Dulhadi sebagai Hakim Ketua, di dampingi Hakim Anggota I Ade Satriawan, dan Hakim Anggota II Ade Yusuf. Selain itu, sidang tersebut turut dihadiri oleh 50 orang yang terdiri dari simpatisan terdakwa Taryadi sebanyak 18 orang, dan 32 orang lainnya sebagai hadirin.

Pada sidang-sidang sebelumnya juga tampak selalu dipadati oleh para pendukung, baik dari pihak petani maupun dari simpatisan Taryadi.

Dalam perkara tersebut, Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif mengungkapkan Taryadi berperan sebagai orang yang menggerakkan dan menghasut kelompoknya yakni Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) untuk melakukan perlawanan.

“Jadi peran ketua F-Kamis ini adalah yang menggerakkan, yang menghasut untuk melakukan perlawanan, baik kepada masyarakat petani penggarap yang bermitra dengan PG Jatitujuh, dan juga melawan aparat,” tutur Lukman Syarif, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @jayalah.negriku, Kamis, 12 Mei 2022.

Polres Indramayu telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus tersebut, antara lain Taryadi, ERYT (43) dan DRYN (46) selaku pengurus F-Kamis, serta SBG (48) dan SWY (51) selaku anggota F-Kamis.

Sumber: Harianhaluan.com

Load More Related Articles
Load More By frisca angelhine
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Jokowi Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Gara-gara Dukung Rusia

Publiksultra.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berada di Washington DC, Amer…