Home Berita Bagaimana Hukum Menukar Uang Lebaran Menurut Syariat Islam? Inilah Infonya

Bagaimana Hukum Menukar Uang Lebaran Menurut Syariat Islam? Inilah Infonya

5 min read
0
2
139

Tradisi yang membuat Lebaran 2022 atau Hari Raya Idul Fitri makin meriah bagi anak-anak adalah mendapatkan uang baru dari para dewasa yang sudah mapan. Tradisi ini pun telah lama diterapkan di Indonesia, pelengkap silaturahmi.

Sehingga, kebanyakan menukar uang menjelang Lebaran 2022 sudah menjadi hal biasa selain membuat kue khas lebaran maupun pakaian baru dalam mempersiapkan Lebaran 2022 atau Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Ternyata, tradisi ini menuai perdebatan dalam Islam tentang hukum menukar uang lebaran. Ada yang berpendapat hukum menukar uang lebaran itu haram, tapi ada pula yang membolehkannya.

Hukum haram yang disebutkan pun berdasarkan hadis nabi yang melarang menukar barang dengan barang yang sama tapi dengan nilai berbeda. Misalnya, penjual uang kertas baru di pinggir jalan yang memasang harga berbeda.

Menurut para ulama, hal tersebut termasuk kelompok riba fadhl dan hendaknya memahami arti riba menurut syariat Islam.

Itu pun tertuang dalam hadis bahwa, “Dari Ubadah bin Shamait berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, barley dengan barley, kurma dengan kurma, garam dengan garam. Semua harus sama beratnya dan tunai. Jika jenisnya berbeda, maka juallah sekehendakmu tapi harus tunai.’” (HR. Muslim)

Namun, sebagian ulama membantah pendapat tersebut bahwa hukum menukar uang lebaran dalam Islam adalah diperbolehkan, dengan beberapa alasan harta yang dimaksudkan untuk ditukarkan hanyalah emas, perak, gandum, barley, kurma, dan garam, sedangkan uang kertas tidak termasuk ke dalamnya.

Alasan itu pun masih dibantah oleh para ulama yang mengharamkan hukum menukar uang lebaran dalam Islam.

Sebab uang dalam ekonomi Islam merupakan alat tukar yang berlaku saat ini dan merupakan harta dalam Islam layaknya emas dan perak yang digunakan sebagai mata uang zaman dahulu.

Jika mengikuti pendapat yang mengharamkan, tentu tidak ada lagi uang baru yang diberikan kepada anak-anak saat Lebaran 2022 tiba. Tentu, umat muslim pun tidak ingin melakukan hal-hal yang telah dilarang dan diharamkan jika mengingat bahaya riba dalam Islam.

Untuk itu, solusi mendapatkan uang kertas baru menjelang Lebaran 2022 adalah langsung menukarkan uang ke bank yang selalu menyediakan jasa penukaran uang baru tanpa memungut biaya sama sekali.

Uang yang ditukarkan pun tetap utuh dalam jumlah yang sama, sehingga hukum menukar uang lebaran menurut syariat Islam melalui bank adalah diperbolehkan.

Pemberian uang sebagai upah atau jasa kepada orang lain yang telah membantu dalam penukaran uang lebaran ke bank pun tak jadi masalah, itu pun jika malas mengantre dan menghabiskan banyak waktu dalam antreannya.

Berbeda halnya dengan melakukan penukaran uang lebaran di jalan dengan penjual uang kertas tadi. Tentu, jumlahnya akan berbeda dengan uang yang ditukarkan.

Itulah hukum menukar uang lebaran menurut syariat Islam yang dapat menjadi acuan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Kamu pun dapat membagikannya kepada anak-anak atau orang yang belum mapan layaknya THR agar mereka ikut merasa senang. Semoga umat muslim selalu mendapatkan ridha Allah Swt.

Sumber: HarianHaluan.com

Load More Related Articles
Load More By Saharuddin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Inilah Hukum Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H bagi Umat Muslim

Hari Raya Idul Fitri 1443 H biasanya diikuti dengan tradisi bersalaman dan ucapan selamat …